img
img

Wisata & Budaya

Jum'at, 26 Oktober 2018 | Oleh: HMS04

Paguyuban Banjar menampilkan Prosesi pernikahan Adat Banjar

Paguyuban Banjar menampilkan Prosesi pernikahan Adat Banjar

Malinau - Perkawinan dalam adat urang banjar bagian dari proses kehidupan yang sangat sakral, hal ini ditandai dengan sesuatu yang istimewa, khas dan unik. Prosesi ini ditampilkan pada Upacara adat suku Banjar di panggung Arena Pelangi Intimung, Kamis (25/10).
Ada beberapa tahapan dalam Upacara perkawinan adat Banjar yang harus dilalui kedua mempelai sebelum kepelamin yaitu : Basasuluh dari kata suluh, merupakan proses pencarian informasi mengenai gadis yang diinginkan, Badatang adalah acara meminang secara resmi oleh keluarga calon mempelai terhadap calon wanita.
Maantar jujuran atau Maantar Patalian : sebagai pengikat atau bukti telah bertunangan, calon mempelai pria harus memberikan “jujuran/patalian”atau oleh kepada calon mempelai wanita, setelah 3 tahapan selesai dikerjakan, maka tibalah pengantin akan dipingit khususnya mempelai perempuan dalam bahasa banjar pangintin babinian.
Bapingit merupakan salah satu tahap yang harus dilewati oleh seorang gadis menjelang hari pernikahan . intinnya, calon pengantin wanita ‘dikurung dirumah’ selama seminggu, 3 atau 2 hari dengan maksud untuk menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dilanjutkan Bakasai dan Batimung. Bakasai melakukan perawatan dan membersihkan diri calon mempelai wanita agar terlihat cantik dan segar.
Batimung artinya membuang keringat dari badan dengan cara diasapi serta ditambah bunga-bungaan dan ramuan alami untuk memberi keharuman badan.
Kemudian Bapacar atau bainai ritual menghias kuku dengan pacar atau inau yang ditumbuk halus, sehingga meninggalkan warna merah.
Setelah kedua mempelai dirias, maka dilanjutkan dengan mengarak pengantin menuju pelaminan. Arak-arakan dilakukan oleh pihak pengantin laki-laki.
Pada kesempatan tersebut Bupati Malinau Dr. Yansen TP. M.Si beserta istri Ny. Ping Yansen serta diikuti tamu undangan lainnya menghamburkan baras Kuning dimahligai kehormatan. Menghamburkan baras kuning artinya sebagai pertanda kerukunan dan kemakmuran. kemudian keduanya bersanding dipelaminan sambil menyaksikan kesenian tari-tarian dan madihin .(hms)

“Saya ada untuk semua”
“Bersama kita pasti bisa”

Baca Juga

Berita Utama Index

Pemerintahan Desa Harus Berjalan Baik

Pemerintahan Desa Harus Berjalan Baik

Kamis, 11 April 2019

MALINAU – Masyarakat Desa Batu Lidung khususnya dan pada umumnya masyarakat bumi intimung agar tidak begitu apatis atau tidak peduli terhadap pemerintahan atau penyelenggaraan pemerintahan yang ada. Namun, harus mendukung dan mendorong jalannya

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya