img
img

Wisata & Budaya

Kamis, 28 Juni 2018 | Oleh: HMS04

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan ! foto : Istimewa

Malinau-Perhelatan Aco Lundayeh tinggal menghitung hari. Acara yang menampilkan seni budaya ini akan dihadiri etnis Lundayeh sedunia yang dilaksanakan bulan Juli nanti.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Dr. Yansen TP, M.Si menjelaskan, Dayak Lundayeh merupakan satu dari etnis Dayak yang ada di Kabupaten Malinau dan di Indonesia yang memiliki budaya yang cukup beragam.

“Aco Lundayeh ini adalah, kalau diistilahkan yaitu harinya Lundayeh. Hari dalam artian di mana budaya Lundayeh dengan segala kapasitas budayanya berkumpul di desa ini (Desa Wisata Pulau Sapi) untuk bersilaturahmi, untuk bersama-sama melaksanakan berbagai macam kegiatan sampai dengan membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan sosial budaya dan ekonomi masyarakat Lundayeh,” ungkap Yansen TP.

Karena memiliki budaya yang cukup beragam dan berkenaan dengan salah satu komitmen daerah Kabupaten Malinau membangun dunia pariwisata, di mana budaya menjadi salah satu kekuatan dan pilarnya. Maka pihaknya menggelar acara Aco Lundayeh yang memperlihatkan nilai-nilai budaya Lundayeh sebagai satu kesatuan nilai budaya Dayak yang memperkaya budaya nasional.

Pelaksanaan harinya Lundayeh tersebut, kata pria yang juga menjabat sebagai Bupati Malinau ini, tidak lain dalam rangka memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di kalangan masyarakat Lundayeh.  

“Harapan kami, Aco Lundayeh ini memperkaya khazanah budaya bangsa, khususnya Kabupaten Malinau yang mau tidak mau harus menghidupkan budaya ini,” ucapnya.

Ia juga berharap, saudara-saudara dari etnis lainnya dan paguyuban lainnya juga harus bisa melaksanakan aktivitas yang sama dalam rangka membangun kapasitas budaya masing-masing sehingga masuk dalam bingkai kehidupan bermasyarakat di Malinau dan Indonesia. Karena dengan itu, akan kelihatan kekuatan sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika yaitu berbeda-beda tapi satu dan indah. “Artinya, budaya-budaya yang dimiliki berbagai macam etnis yang ada di Indonesia yang terutama ada di dalam kesukuan Dayak ini, bisa merajut kesatuan bangsa itu dalam kesatuan yang besar,” ujarnya.

Untuk peserta atau tamu yang hadiri, ungkapnya, yaitu seluruh masyarakat dari segenap penjuru bangsa dan negara. Karena masyarakat Lundayeh ada di mana-mana, seperti di Benua Amerika, Eropa, Australia dan tentunya di Asia.  “Semua akan datang ke sini. Tentunya yang sempat akan datang. Dan juga menampilkan aneka ragam budaya bangsa. Seperti etnis budaya Lundayeh yang hidup di negara-negara lain akan tampil juga, dari Brunei, Sabah, Serawak dan dari negara bagian lainnya di Malaysia, karena ini merupakan satu pertemuan pertamanya Dayak Lundayeh khususnya yang bersifat Internasional,” katanya.

Sebenarnya, kata Bupati Malinau dua periode ini, acara ini hanya acara lokal, tetapi yang hadir dari segala macam bangsa. Walaupun pihaknya tidak mengatakan acara ini tidak bertaraf internasional, tapi acara ini dihadiri oleh dari berbagai negara.

“Tentu nanti dalam acara yang dilaksanakan 9-15 Juli 2018 ini juga akan hadir berbagai kelompok masyarakat Dayak. Ya mungkin dari Kalimantan Barat, dari Kalimantan Tengah yang tujuannya tidak lain memperkaya budaya Dayak yang ada di Pulau Kalimantan ini,” tuturnya seraya mengatakan bahwa dengan acara ini tentu juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Malinau khususnya dan tiak menutup kemungkinan juga bagi masyarakat luar Malinau.

Di Pulau Sapi juga saat ini sudah mempersiapkan arena utama dan juga menata desa melaui RT masing-masing termasuk pengecatan ukiran-ukiran yang ada di dinding setiap rumah warga. Edy Herbert, Ketua RT 10 Desa Wisata Pulau Sapi juga menegaskan bahwa pihaknya siap menyukseskan acara tersebut dengan terus berpartisipasi menyiapkan segala sesuatunya, karena acara Aco Lundayeh yang dilaksanakan di desanya menjadi suatu kebanggaan tersendiri. “Kami mempercantik desa dan RT kami dengan memunculkan ciri khas dan keunikan, yaitu dengan mengecat ukiran-ukiran dengan berbagai motif di dinding depan rumah,” katanya.

Hal ini dilakukan, menurutnya bukan hanya karena akan ada acara, tapi pihaknya bersama warga lainnya ingin melihatkan keunikan dan kekhasan budaya Desa Wisata Pulau Sapi dan desa lainnya di sekitarnya. “Daerah lain kan ada Kampung Warna-Warni, ada Kampung 3D, dan kampung-kampung unik lainnya. Nah di Malinau, khususnya di Desa Wisata Pulau Sapi kami juga bisa dikatakan kampung atau desa yang memiliki ukiran terbanyak. Ini kan unik,” cetusnya.

Nah bagi Anda yang hobi berwisata dan juga hobi fotografi, acara Aco Lundayeh ini sangat bagus dikunjungi dan banyak objek foto yang akan diperoleh.

Mari sukseskan Aco Lundayeh dan dukung Malinau sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Indonesia!(ags/rz/radartarakan)

 

Baca Juga

Berita Utama Index

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Kamis, 28 Juni 2018

Malinau-Perhelatan Aco Lundayeh tinggal menghitung hari. Acara yang menampilkan seni budaya ini akan dihadiri etnis Lundayeh sedunia yang dilaksanakan bulan Juli nanti. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Dr. Yansen

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya