img
img

Kerajinan dan Produk Unggulan

Rabu, 18 April 2018 | Oleh:

Peminat Batik Lokal Malinau Semakin Meningkat

Peminat Batik Lokal Malinau Semakin Meningkat BATIK MOTIF LOKAL: Tri Listiawati saat menunjukkan sejumlah batik yang telah di produksinya di kediamanya di Desa Malinau Hilir, Senin (16/4) siang kemarin. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Geliat perkembangan industri batik di wilayah Kabupaten Malinau saat ini sudah mulai dirasakan oleh para pelaku usaha batik Malinau. Salah satunya pelaku batik Malinau yang turut merasakan perkembangan batik dilihat dari jumlah pesanan yang selaku meningkat adalah Tri Listiawati. Warga Desa Malinau Hilir, Kecamatan Malinau Kota ini menjelaskan, produksi batik dihasilkannya ini penyebarannya masih sebatas lokal yang ada di Provinsi Kalimantan Utara.

Seperti mengisi showroom Malinau, Tarakan dan juga Bulungan. “Terkadang kita menitip saja dengan motif yang sudah jadi. Kalau pesan dengna motif lain, kita bisa buatkan,” sebut Tri Listiawati, pemilik batik “Busak Uwe” disela kesibukannya mengurusi kain-kain batik di kediamannya Senin (16/4) siang kemarin.

Walau batiknya masih terbatas di wilayah Kalimantan Utara, sambung Tri Listiawati, namun cenderung banyak diminati kalangan pelajar, pegawai hingga pejabat seperti Bupati Malinau. Bahkan Istri Gubernur Rita Irianto Kaltara  juga memesannya. “Pak Bupati Malinau beberapa hari lalu juga order untuk seragam Universitas Brawijaya di Malang,” tuturnya.

Dijelaskan Tri Listiawati, berjalannya bisnis batik ini tidak lepas dari sejumlah orang pengrajin batik yang ada di Desa Malinau Hilir ini yang dulunya merupakan lokasi Transmigrasi Tahun 1992. Saat itu, Malinau masih dalam wilayah Kabupaten Malinau. “Ada 12 orang termasuk saya. Rata-rata ibu rumah tangga yang ada di sini (Malinau Hilir) menjadi pengrajin di sini,” terangnya.

Tri Listiawati pun bercerita awal menggeluti usaha batik lokal Malinau ini. Bermula dari pelatihan yang didapatkan sejak tahun 2014 silam. Bahkan awalnya bukan untung malah rugi, karena batik tulis ini perlu ketelitian. Namun berkat kegigihan dan keterampilan yang dipacu, batik tulis dan batik cap motif lokal malinau yang digelutinya selama ini membuahkan hasil. Bahkan, omzet dalam setiap bulannya mencapai puluhan juta. “Sebulan berkisar Rp 30 jutaan. Tapi per tahunnya bisa mencapai ratusan juta,” ujarnya.

Alasannya memilih motif khas Malinau, sambung Tri, tidak lain karena ingin memperkenalkan kearifan lokal yang ada di bumi intimung ini. Sebab, selama ini, motif Malinau hanya dikomoditaskan pada ukiran rumah atau gendongan anak saja. Lewat batik ini, bisa mempromosikan kebudayaan dayak yang ada di Malinau. Bahkan, dalam menjalankan usaha bisnis batik yang dimilikinya mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Seperti adanya anjuran para pegawai menggunakan batik dan lain sebagainya. “Kita bersyukur, Pemkab Malinau sangat mendukung para pengusaha batik lokal Malinau,” ungkapnya.

Disamping membatik untuk bisnis, pihaknya juga sering memberikan pelatihan kepada kalangan pelajar SMP dan SMK juga dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia dalam olahan batik. “Intinya, kita ini menumbuhkan para pelajar untuk memiliki seni batik terutama menjaga kearifan lokal Malinau,” tukasnya. (ida/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Bupati Pimpin Apel Gabungan Korpri

Bupati Pimpin Apel Gabungan Korpri

Selasa, 17 Juli 2018

Malinau – Selasa (17/7) Pemerintah Kabupaten Malinau melaksanakan apel gabungan korpri yang berlangsung di halaman kantor bupati malinau bertindak selaku Pembina apel Bupati malinau Dr. Yansen TP, M.Si dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN)

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya
[WIDGET KOMINFO] 15 Aug 2018 17:44 - ARTIKEL GPR - Jamin Kualitas Daging Kurban, Pemerintah Terapkan Standar ASUH | 14 Aug 2018 16:40 - ARTIKEL GPR - Kado Jelang Kemerdekaan untuk Puldama | 14 Aug 2018 13:49 - ARTIKEL GPR - Realisasi Investasi Triwulan II 2018 Naik 3,1 % | 13 Aug 2018 14:28 - ARTIKEL GPR - Strategi Pemajuan Kebudayaan Jadi Modal Pembangunan Nasional | 01 Aug 2018 12:10 - ARTIKEL GPR - Imunisasi MR Lindungi Anak Indonesia dari Kecacatan