img
img

Keagamaan

Senin, 16 April 2018 | Oleh:

MTQ Kegiatan Mentradisi dan Melekat

MTQ Kegiatan Mentradisi dan Melekat PENUTUPAN MTQ: Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah. S.Pd, M.Si didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama H. Ishak S.Sos dan Ketua LPTQ Kabupaten Malinau Drs. H. Edy Marwan, M.Si dan pejabat lainnya saat memukul kelatung (kentongan) tanda secara resmi ditutupnya MTQ ke-XIV Tingkat Kabupaten Malinau Tahun 2018, Sabtu malam (14/4) di Taman Malinau Jojok, Desa Wisata Budaya Serindit Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah, S.Pd, M.Si, mewakili Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menutup secara resmi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XIV Tingkat Kabupaten Malinau Tahun 2018, Sabtu malam (14/4) di Taman Malinau Jojok, Desa Wisata Budaya Serindit Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati Topan Amrullah mengatakan, sudah sepatutnya semua bersyukur karena dapat berkumpul dengan para alim ulama dan para penghafal Alquran dalam acara penutupan MTQ tersebut.

“Kita juga berbangga hati bahwa barusan saja diumumkan oleh panitia beberapa kriteria dalam pelaksanaan MTQ pada tahun ini dan yang membuat saya berbangga hati adalah adanya hafiz dan hafizah cilik yang hafal 5-10 juz Alquran dan ini luar biasa dan ini adalah menjadi aset untuk kita semua, Kabupaten Malinau dan terkhusus umat Islam,” ujarnya.

Disebutkan, MTQ merupakan kegiatan yang telah mentradisi dan melekat dalam kultur masyarakat dan Bangsa Indonesia. Kehadiran MTQ senantiasa memiliki daya tarik tersendiri dalam kehidupan masyarakat, mengingat event keagamaan ini, selain media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, juga secara nyata telah terbukti menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan di daerah, sekaligus sebagai penguatan terhadap keimanan dan akhlak bagi generasi muda di Bumi Intimung.

“Dan juga bagi pemerintah daerah serta masyarakat Kabupaten Malinau, MTQ ke XIV tahun 2018 ini memiliki nilai dan makna tersendiri sebagai penyejuk dan perekat kebersamaan masyarakat serta menyukseskan program Gerakan Desa Membangun (Gerdema) dalam hal pembinaan keagamaan dan pendidikan, khususnya dalam upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Malinau,” ungkapnya.

Penutupan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wabup Malinau didampingi sejumlah pejabat FKPD, anggota DPRD Malinau, Ketua LPTQ Malinau dan ketua panitia MTQ. Keluar sebagai juara terbaik kategori di MTQ ke VIX malam itu adalah qori dewasa diraih Ali Alatas asal Kecamatan Malinau Kota dan qoriah Suhartini, Kecamatan Malinau Utara.

Usai menutup seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Bupati Topan Amrullah menegaskan, Pemkab Malinau mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan MTQ di Malinau Seberang yang sudah selesai berjalan dengan baik. Karena selama satu pekan dari 7 hingga malam penutupan Sabtu malam, pelaksanaan MTQ berjalan dengan baik dan lancar. “Pemkab Malinau sangat berterima kasih kepada LPTQ dan masyarakat Malinau terutama Kecamatan Malinau utara yang sudah menyukseskan MTQ 2018 ini,” terang Topan Amrullah.

Kepada para peserta yang mejadi juara terbaik, Topan Amrulah mengharapkan agar dapat meningkatkan prestasinya dalam menghadapi MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Yakni akan diselenggarakan di Kota Tarakan, pada bulan Mei mendatang. “Kemampuan dan kualitas peserta yang menjadi juara terbaik harus terus ditingkatkan agar mampu bertanding di arena MTQ Propinsi. Harapannya supaya bisa maksimal nanti,” tegas wakil Bupati Malinau yang menjabat dua periode ini.

Setidaknya, imbuh politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, para peserta terbaik bisa masuk training centre untuk memperbaiki kekurangannya. Apalagi, waktu pelaksanaannya hanya kurang dari 20 hari lagi untuk bertanding. “Waktu yang ada ini harus mereka gunakan untuk berlatih, sehingga mampu menjadi juara umum di tingkat Kaltara,” harapnya.

Namun demikian, bagi peserta MTQ terbaik satu hingga terbaik tiga tersebut dinyatakan panitia pelaksana tidak mutlak mewakili Kabupaten Malinau. Topan menjelaskan para peserta memang harus dilatih, dilakukan pembinaan dan bimbingan kembali. sehingga bisa dilihat mana yang berkualitas agar bisa mewakili Malinau nantinya. “Apalagi di dalam satu perlombaan itu hanya satu yang mewakili. Jadi bukan ketiga-tiganya,” tukasnya. (ags/ida/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Kamis, 28 Juni 2018

Malinau-Perhelatan Aco Lundayeh tinggal menghitung hari. Acara yang menampilkan seni budaya ini akan dihadiri etnis Lundayeh sedunia yang dilaksanakan bulan Juli nanti. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Dr. Yansen

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya