img
img

Berita Warga

Rabu, 28 Maret 2018 | Oleh: HMS04

SOA Diminta Buka Lelang Ketiga Lagi

SOA Diminta Buka Lelang Ketiga Lagi BERHARAP BISA BEKERJASAMA LANGSUNG: Salah satu armada penerbangan milik misionaris MAF yang selama ini melayani masyarakat pedalaman dan perbatasan di wilayah Kabupaten Malinau. Pemkab berharap bisa langsung bekerja sama dengan MAF. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU-Setelah gagal 2 kali lelang terhadap pelaksanaan kegiatan Subsidi Ongkos Sngkut (SOA) penerbangan anggaran APBD Kabupaten Malinau, Bagian Ekonomi Setkab Malinau sudah menyampaikan dan mengusulkan kepada pimpinan untuk berkonsultasi tingkat yang lebih tinggi. Yakni ke Inspektorat Jenderal dan Direktorat Angkutan Udara Perintis Kementerian Perhubungan serta ke lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah (LKPP) Jakarta terkait dengan langkah selanjutnya.

Karena, dikatakan Kasubbid Produksi dan Subsidi Penerbangan pada Bagian Ekonomi Setkab Malinau, Ronald P.B. Simbolon, berdasarkan Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan pasal104 ayat 1, angkutan udara perintis wajib diselenggarakan oleh pemerintah. Kemudian pelaksanaannya dilaksanakan oleh badan usaha angkutan niaga nasional berdasarkan perjanjian dengan pemerintah. “Maksudnya lewat proses pelelangan lah,” tegas Ronald kepada media akhir pekan kemarin.

Melihat kondisi yang dialami Kabupaten Malinau, sambung Ronald, berdasarkan pasal 105 dalam Undang-undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan juga ada dijelaskan bahwa dalam keadaan tertentu angkutan udara sebagaimana dimaksud, dalam pasal 104 ayat 1, dapat dilakukan oleh pemegang izin oleh angkutan udara bukan niaga. Setelah ditelaah berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan nomor:PM/79/2017 tentang kriteria penyelenggaraan kegiatan angkutan udara  perintis dan subsidi angkutan udara/cargo. Dalam pasal 14 berbunyi, untuk melakukan kegiatan pengangkutan udara perintis pemegang izin bukan niaga harus memenuhi beberapa persyaratan. “Salah satunya ada pada poin H yaitu memenuhi ketentuan pengadaan jasa angkutan udara perintis sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” sebutnya.

Atas dasar itu, imbuh dia, pihaknya telah berkomunikasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan dan Direktorat Angkutan Udara melalui telepon selular. Namun menurut mereka Kabupaten Malinau, diminta lagi  untuk melakukan pelelangan ulang yang ketiga. Sebelumnya, pihaknya  juga berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan dan Direktorata Angkutan Udara khusus kegiatan angkutan udara bukan niaga. Dalam hal ini, angkutan perorangan atau lembaga  atau yayasan. “Tapi, untuk di Malinau juga sekarang ini masih belum ada. Tapi yang di Kalimantan Utara sementara ini yang eksis itu cuma penerbangan misi MAF itu,” sebutnya.

Jadi, dijelaskan Ronald P.B. Simbolon, hingga kemarin pihaknya masih berkomunikasi dengan pimpinan untuk melakukan langkah apa selanjutnya. Harapannya, Pemkab Malinau langsung sama saja dengan pihak pengelola MAF itu. “Tapi karena MAF  tidak punya izin untuk memungut atau menerima bayaran dari penumpang, berarti kita harus melakukan konsultasi atau komunikasi ke ke Inspektorat Jenderal dan Direktorat Angkutan Udara Perintis Kementerian Perhubungan dan ke LKPP lagi. Kalau ketemu Inpekstorat Jenderal dan Direktorat Angkutan Udara Perintis kita belum bisa lakukan lelang lagi. Karena Pemkab Malinau harus lakukan ekspose dulu tentang Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan penghitungannya,” bebernya.

“Kalau memang hasil eksposenya, perhitungan memang dinyatakan betul-betul valid dan layak untuk ditindaklanjuti, akan dibuka lelang lagi. Karena sudah dihitung langsung jarak dari Bandara Malinau sampai ke lokasi di 6 titik bandara perintis berdasarkan koordinat titik GPS. Jadi, bukan dibuat-buat. Semua sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan angkutan udara perintis,” tukasnya.(ida/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Bupati: Malinau Punya Kekayaan Besar

Bupati: Malinau Punya Kekayaan Besar

Rabu, 09 Mei 2018

PROKAL.CO, MALINAU – Kabupaten Malinau memiliki beragam suku, agama dan latar belakang. Dengan keberagaman tersebut tentu banyak memberi warna, terutama budaya dan adat istiadat. Sehingga sangat pantas Malinau disebut daerah yang kaya. Karena,

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya