img
img

Pertanian

Rabu, 14 Maret 2018 | Oleh: hms04

Luas Area Masa Tanam I Ditargetkan 200 Hektare

Luas Area Masa Tanam I Ditargetkan 200 Hektare PANEN: Padi yang dipanen ini merupakan hasil tanam pada musim tanam III Tahun 2017 lalu. Sementara dalam bulan Maret tahun ini sudah masuk dalam musim tanam I WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU-Rencana luas tanam pada musim tanam atau MT I di tahun 2018 ini sudah ditargetkan dalam internal Dinas Pertanian Kabupaten Malinau mencapai 200 hektare padi sawah. Luasan lahan ini mencakup 4 wilayah kecamatan yang ada di Ibu Kota Kabupaten Malinau yakni Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Mentarang.

Kepala Dinas Pertanian Malinau Ir. Kristian Muned M.T. mengungkapkan, dari target data 200 hektare tersebut optimis dapat ditanami dengan hasil yang maksimal pula. Karena ini juga bagian dari dukungan untuk penyediaan beras daerah dalam program beras daerah yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau. Karena itu, para petani diharapkan segera melakukan persiapan lahan untuk proses masa tanam MT I hingga pada pertengahan bulan Maret 2018 ini. Tetapi lahan itu sudah siap semua dan sebagian petani ini masih melakukan panen hasil dari musim tanam 3 di Tahun 2017 kemarin. “Sebagian petani juga ada yang menyiapkan lahan untuk MT I tahun 2018 ini, dia juga memanen hasil musim tanam III Tahun 2017,” tutur mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malinau ini.

Menurutnya, dalam hal pola tanam padi bagi masyarakat Kabupaten Malinau ini sebenarnya terkait masalah kebiasaan atau budaya masyarakat yang selalu menanam padi pada saat musim tanam tiga. Yaitu yang dimulai pada September dan Oktober dengan bibit padi lokal yang hanya dilakukan hanya sekali setahun. Ini yang akan terus digedor kepada masyarakat supaya mereka bisa mengikuti pola masa tanam atau kalender musim tanam yang telah ditetapkan Dinas Pertanian yakni ada 3 musim. “Dari Dinas Pertanian menyarankan agar menanam padi pada musim tanam I dan musim tanam III. Karena pada musim tanam II itu cenderung riskan untuk hama bibit. Ini juga sesuai pengalaman-pengalaman yang telah kita amati selama ini,” tegasnya.

Ditambahkan, melakukan perubahan dari hanya sekali tanam setiap tahunnya menjadi 2 kali tanam dalam setahun ini menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah bagi Dinas Pertanian. Sebab mengubah karakter masyarakat dinilai butuh proses. Namun Kristian Muned berkeyakinan, jika memang bernilai positif dan menguntungkan bagi petani, pelan-pelan akan bergeser mengikuti pola yang telah diajurkan Dinas Pertanian. Terlebih ada program pemerintah membeli gabah petani untuk memacu dan memaksimalkan produksi padi petani Malinau dan petani menjualnya kepada Perusda. “Itu harapan kami,” tukasnya.(ida/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

5 (Lima) Raperda di sah kan

5 (Lima) Raperda di sah kan

Rabu, 15 Agustus 2018

Malinau - Rapat Paripurna ke – 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malinau Masa Sidang II Tahun 2018 dengan acara Persetujuan dan Penetapan DPRD Kabupaten Malinau terhadap 5 (Lima) Raperda menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kebupaten Malinau

Berita Foto Index

Pesta Budaya 2018

Pesta Budaya 2018

Minggu, 23 September 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya