img
img

Pertanian

Rabu, 14 Maret 2018 | Oleh: hms04

Petani Diminta Terapkan Sistem Tanam Jajar Legowo

Petani Diminta Terapkan Sistem Tanam Jajar Legowo TANAM PADI: Pelaksanaan penanaman padi dengan sistem tanam jajar legowo yang dilangsungkan di salah satu desa di Malinau Utara. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU-Pada musim tanam (MT) I tahun 2018 ini sangat mengharapkan kepada para petani agar dapat mengikuti pola dan metode tanam padi yang telah dianjurkan Dinas Pertanian melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di desa dan kecamatan. Yakni Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Ir.Kristian Muned M.T, menggunakan sistem tanam jajar legowo.

Karena, disebutkan Kristian Muned, dalam penerapan pola tanam tersebut mengandung teknik tentang kemudian bagi petani dalam melakukan perawatan, pemupukan bahkan hingga pemanenannya. “Kami tetap menyarankan kepada seluruh petani padi sawah agar menanam padi sistem jajar legowo. Karena menurut hemat kami sistem jajar legowo itu suatu metode yang telah dilakukan metode penelitian yang punya makna mulai dari pemeliharaan dan pemupukan padi tersebut,” tegas Kristian Muned kepada media akhir pekan kemarin.

Dijelaskannya lagi, cara tanam padi sistem jajar legowo ini ada 4 metode yaitu jajar legowo satu dua, satu tiga dan jajar legowo satu empat atau satu lima. Lebih lanjut dijelaskan Kristian Muned, dalam penanamannya memang terdapat perbedaan. Jajar legowo satu dua atau lainnya itu perbedaannya satu kebutuhan bibit. DImana kebutuhan bibit itu berbeda antara jajar legowo 1 dan 5.

“Jika satu dua bibit itu lebih sedikit, tapi anakannya lebih banyak dan akan lebih bagus nantinya. Namun yang membedakan antara jajar legowo lainnya masing-masing yaitu satu empat sama satu tiga memiliki kelebihannya masing-masing, termasuk  dari kebutuhan bibit juga berbeda. Yang produktivitasnya cukup baik, ya jajar legowo yang ganjil, satu tiga atau satu lima.Tapi tidak terlalu jauh perbedaannya dengan yang genap,” beber mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malinau ini.

Sebab, lanjut Kristian Muned, untuk tanam padi pola ganjil itu antara jarak tanam yang sangat berbeda yakni untuk padi unggul itu menerapkan jarak tanam antara 25x25 cm per tanaman. Sedangkan jarak jajar legowonya itu mencapai 40 cm atau 50 cm dengan jarak tanam bisa 20x20 cm.

Legowo itu sendiri berasal dari kata relat atau merelakan. Dalam pertanian, maknanya menghilangkan satu atau dua baris dijadikan jarak tanam legowonya. Tujuannya supaya mendapat pencahayaan maksimal dan mendapatkan fotosintesis itu agar pencahayaannya lebih baik. “Kita bisa contoh tanam padi yang dipinggir pematang itu lebih bagus, karena mendapat pencahayaan yang cukup maksimal. Makannya ada tehnik yaitu seperti jajar legowo,” tegasnya.

Begitu juga dengan cara pemanenannya, petani dianjurkan agar menggunakan sistem pengaritan dan meninggalkan pola tradisional. Kemudian perontokan dengan menggunakan mesin perontok daripada meggunakan ani-ani. “Karena dari segi waktu, sangat efektif dan singkat sehingga lahan bisa segera diolah lagi setelah panen,” tukasnya.(ida/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Bupati Pimpin Apel Gabungan Korpri

Bupati Pimpin Apel Gabungan Korpri

Selasa, 17 Juli 2018

Malinau – Selasa (17/7) Pemerintah Kabupaten Malinau melaksanakan apel gabungan korpri yang berlangsung di halaman kantor bupati malinau bertindak selaku Pembina apel Bupati malinau Dr. Yansen TP, M.Si dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN)

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya
[WIDGET KOMINFO] 15 Aug 2018 17:44 - ARTIKEL GPR - Jamin Kualitas Daging Kurban, Pemerintah Terapkan Standar ASUH | 14 Aug 2018 16:40 - ARTIKEL GPR - Kado Jelang Kemerdekaan untuk Puldama | 14 Aug 2018 13:49 - ARTIKEL GPR - Realisasi Investasi Triwulan II 2018 Naik 3,1 % | 13 Aug 2018 14:28 - ARTIKEL GPR - Strategi Pemajuan Kebudayaan Jadi Modal Pembangunan Nasional | 01 Aug 2018 12:10 - ARTIKEL GPR - Imunisasi MR Lindungi Anak Indonesia dari Kecacatan