img
img

Berita Warga

Selasa, 13 Maret 2018 | Oleh: HMS04

Produksi Ikan Lele Minim, Jadi Peluang Usaha Warga

Produksi Ikan Lele Minim, Jadi Peluang Usaha Warga KENALI IKAN INDUKAN: Pelaksanaan proses pelatihan yang berlangsung di kolam ikan lele milik anggota Kodim 0910 Malinau, di jalan poros Sesua, Kamis (8/3). WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Puluhan masyarakat yang berminat melakukan budidaya ikan lele mengikuti sosialisasi dan penyuluhan tentang budidaya ikan lele. Penyuluhan dilakukan oleh Kodim 0910/Malinau  bekerja sama dengan Satgas Pamtas Yonif 141/ Aneka Yudha Jaya Prakosa (AYP). Acara dibuka langsung oleh Dandim 0910/Malinau Letkol. Kav. Yudi Suryantin didampingi Wadan Satgas Pamtas Yonif 141/AYP Mayor Inf. Ridwan dan dihadiri sejumlah perwira Kodim dan Pamtas.

Dandim Malinau Letkol. Kav. Yudi Suryatin menjelaskan, penyuluhan dan sosialisasi tentang budidaya ikan ini sebenarnya adalah masalah konsumsi lauk pauk ikan, khususnya ikan lele. Dari hasil yang sudah mereka himpun dari sejumlah sumber,  produksinya 700 hingga 800 kilogram per hari.  Sedangkan kebutuhan per bulan itu mencapai 4,5 ton. “Itu sangat jika dihitung setelah melihat kebutuhan per hari yang tidak mencapai 700 kilo,” kata Dandim.

Oleh karena itu, sambungnya, ini merupakan peluang usaha baru bagi masyarakat lokal Malinau untuk membudidayakan ikan. Menurutnya, masyarakat harus bisa mengisi peluang ini untuk membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Kodim juga punya tenaga yang bisa membantu di lapangan untuk peningkatan produksi di Malinau. Termasuk memenuhi kebutuhan ikan di luar Malinau.  “Kalau mendatangkan dari luar, pasti risiko kematian ikan cukup tinggi dan ikannya kurang segar. Kemudian biaya ongkos kirim juga jadi beban,” ungkap Dandim. 

Dandim berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan produksi perikanan segar di Kabupaten Malinau, khususnya produk ikan lele.  Khususnya untuk memenuji kebutuhan ikan lele di Malinau dan daerah terdekat.  Karena itu, Kodim lebih fokus pada penyuluhan dan sosialisasi untuk sektor budidaya ikan lele dulu.  Jika berhasil,  akan dikembangkan juga untuk sektor lainnya yakni bidang pertanian. "Kami juga belum mengundang sektor dinas terkait karena ini sifatnya baru sosialisasi. Kalau sudah berhasil,  kami akan ekspose besar-besaran dengan mengundang dinas teknis atau yang berwenang,” ujarnya. 

Sementara itu, Wadanyon Satgas Pamtas 141/Aneka Yudha jaya Prakosa (AYP)  Mayor Inf. Ridwan lebih memperkenalkan tentang produk bios yang digunakan untuk pengembangan budidaya ikan lele ini di Kabupaten Malinau. Program ini merupakan program yang pernah dikembangkan di Palembang.  Para peserta juga diajari tentang cara mengenali ikan yang siap dikawinkan baik jantan maupun betina, cara mengawinkan ikan, serta memisahkan telur ikan. “Kami di sini tidak pelit ilmu, apa yang bisa kami lakukan akan kami lakukan supaya saya-sama membangun Malinau,” jelasnya. (ida/ash)

Baca Juga

Berita Utama Index

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Kamis, 28 Juni 2018

Malinau-Perhelatan Aco Lundayeh tinggal menghitung hari. Acara yang menampilkan seni budaya ini akan dihadiri etnis Lundayeh sedunia yang dilaksanakan bulan Juli nanti. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Dr. Yansen

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya