img
img

Pertanian

Rabu, 28 Februari 2018 | Oleh: hms04

POH Cair Dinas Pertanian Mulai Diminati Petani

POH Cair Dinas Pertanian Mulai Diminati Petani MULAI DIMINATI: Sejumlah produk kemasan pupuk (POH) cair yang diproduksi oleh UPT Dinas Pertanian Malinau. saat ini mulai diminati pembeli. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU - Pupuk organisasi hayati (POH) yang selama ini diproduksi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Malinau mulai diminati masyarakat. Khususnya para petani pekebun banyak yang langsung membeli POH cair ke tempat pengolahannya di UPTD Dinas Pertanian Jalan Raja Pandhita, atau eks Kantor Dinas Pertanian lama di Tanjung Belimbing. POH  ini diproduksi secara mandiri oleh UPTD Dinas Pertanian Malinau Kota.

Staf teknis UPTD Dinas Pertanian, Ika Karyati S.STP mengatakan hasil produksi POH cair yang sudah tersedia saat ini mencapai 3.000 liter. Ada yang dikemas dalam kemasan satu liter dan ada juga kemasan 5 liter. Diakui sekarang ini, sudah banyak pembeli yang datang langsung ke UPTD Dinas Pertanian untuk mendapatkan POH cair tersebut. Pihak UPTD menjualkan secara curah. Artinya, pembeli membawa tempat sendiri menggantikan tempat yang digunakan cairan POH tersebut.

Karena, tempat yang digunakan sebagai wadah ini harus dicuci bersih dulu dengan alkohol agar benar-benar bersih dan steril sehingga tidak mematikan kuman pada pupuk organik tersebut. “Tapi tak jarang juga petani yang membeli berjanji mengembalikan tempatnya, tapi tak juga kunjung datang mengembalikan tempatnya,” ujar Ika Karyati saat ditemui media ini.

Kepala Dinas Pertanian Ir. Kristian Muned, M.T menjelaskan, dengan proses organik, pupuk buatan sendiri ini berpengaruh positif terhadap keberlanjutan kualitas tanah sekaligus meningkatkan produksi hasil pertanian POH hasil produksi ini merupakan pupuk organik hayati hasil adopsi teknologi beyonik starmik yang dimiliki Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Proses produksi POH adopsi teknologi LIPI ini mengedepankan teknologi yang berbasis mikroba unggul yang telah diseleksi dan dikarakterisasi aktivitas enzimatiknya sesuai peruntukan tanaman, biokontrol dan bioremediasi oleh ahli LIPI. “Penjualan POH di Malinau sendiri belum banyak diketahui oleh petani. Tahun 2016, POH terjual hanya 134 liter dan tahun 2017 melonjak menjadi 1.251 liter,” sebut Kristian Muned.

Kristian Muned mengakui, POH ini belum banyak diketahui petani sehingga penjualan juga belum banyak. Tetapi di 2017 sudah mulai dikenal sehingga penjualan sudah lumayan banyak. Harga jual pun jauh di bawah pasaran umum. “Kita hanya jual dengan harga Rp 8.200 perliter. Itu hanya sebagai ganti biaya produksi saja” tegasnya. (ida/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Bupati Pimpin Apel Gabungan Korpri

Bupati Pimpin Apel Gabungan Korpri

Selasa, 17 Juli 2018

Malinau – Selasa (17/7) Pemerintah Kabupaten Malinau melaksanakan apel gabungan korpri yang berlangsung di halaman kantor bupati malinau bertindak selaku Pembina apel Bupati malinau Dr. Yansen TP, M.Si dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN)

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya
[WIDGET KOMINFO] 15 Aug 2018 17:44 - ARTIKEL GPR - Jamin Kualitas Daging Kurban, Pemerintah Terapkan Standar ASUH | 14 Aug 2018 16:40 - ARTIKEL GPR - Kado Jelang Kemerdekaan untuk Puldama | 14 Aug 2018 13:49 - ARTIKEL GPR - Realisasi Investasi Triwulan II 2018 Naik 3,1 % | 13 Aug 2018 14:28 - ARTIKEL GPR - Strategi Pemajuan Kebudayaan Jadi Modal Pembangunan Nasional | 01 Aug 2018 12:10 - ARTIKEL GPR - Imunisasi MR Lindungi Anak Indonesia dari Kecacatan