img
img

Pendidikan

Senin, 26 Februari 2018 | Oleh: HMS04

Siswa Perbatasan Ikuti UNBK

Siswa Perbatasan Ikuti UNBK SISWA SMA 10 persiapan berangkat ikut UNBK di Tanjung Selor.

MALINAU - Perjuangan melelahkan harus ditempuh siswa SMA di wilayah pedalaman dan perbatasan menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Mereka diharuskan ikut UNBK, meski resikonya harus numpang di sekolah lain yang memiliki fasilitas cukup, namun jarak sekolah itu jauh.
Tidak hanya mengikuti UNBK yang akan dilaksanakan April mendatang. Tetapi, mereka juga mesti mengikuti simulasi UNBK yang akan digelar Marat ini. Dan, untuk mengikuti seluruh tahapan itu, mereka harus ‘turun gunung’, dari sekolah sendiri ke sekolah lain.
Misal, Siswa SMAN 10 Malinau di Kecamatan Bahau Hulu, pada Minggu (25/2) harus berangkat ke Tanjung Selor mengikuti simulasi ujian nasional. Karena fasilitas sekolahannya belum memadai. Mereka berangkat menggunakan perahu ketinting dari Long Alango ke Long Paliran Kecamatan Pujungan.
“Dari Paliran dilanjut ke Tanjung Selor menggunakan longboat. Di Tanjung Selor mereka tinggal di tempat saya,” ungkap warga Long Alango, Roni Manan, Minggu (25/2).
Menurut dia, perjalanan dari Bahau Hulu ke Tanjung Selor harua ditempuh selama 2 hari, melalui Sungai Bahau dan Kayan melewati jeram.
“Selain mempersiapkan diri untuk UNBK, para siswa ini harus mempersiapkan kebutuhan selama berada menunggu waktu dan mengikuti UNBK. Beras dan bahan makanan mereka bawa dari kampung masing-masing,” kata dia.
Tak hanya siswa SMA Bahau Hulu, puluhan siswa dari sekolah lain diperbatasan dan pedalaman juga harus melakukan perjalanan tersebut. Dari Apau Kayan, para siswa berangkat menggunakan pesawat. Sebab akses jalan darat tidak bisa dilewati dan akses sungai belum ada. Antara lain, siswa SMA Kayan Hilir, Kayan Hulu dan Kayan Selatan. Siswa SMA Pujungan harus melalui perjalanan yang sama dengan siswa SMA dari Bahau Hulu.
Selain itu, masih ada pelajar SMA yang harus turun dari kampung halaman mereka di pedalaman ke kota. Yaitu SMA Long Berang Mentarang Hulu dan SMA Long Pada Kecamatan Sungai Tubu. Perjalanan dari Long Berang harus ditempuh dengan perahu selama 1 hari. Jika mencarter maka diperlukan biaya Rp6 hingga Rp7 juta. Sedangkan dari Long Pada harus ditempuh dengan perjalanan darat selama 9 sampai 10 jam.
“Naik mobil duobel dengan ongkos Rp3,5 juta sekali jalan. Bolak balik Rp7 juta. Kapasitas 5 orang di dalam. Di luar bisa 5 atau lebih,” ungkap salah satu guru SMA Nelson melalui pesan singkat.
Catatan media ini, ada sekitar 8 SMA pedalaman-perbatasan yang akan ikut UNBK di sekolah lain. Sebagian di sekolah yang ada di Malinau dan beberapa sekolah menumpang di Tanjung Selor. (wh/Koran Kaltara)

Baca Juga

Berita Utama Index

Kegiatan TMMD Rampung 100%

Kegiatan TMMD Rampung 100%

Selasa, 13 November 2018

Malinau-Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di kabupaten Malinau resmi ditutup oleh Kasat TNI Ilyas Alamsyah di Lapangan Sepakbola Desa Kaliamok Kecamatan Malinau Utara, Selasa (13/11). Menurut laporan Dandim Malinau Letkol Kav Yudi Suryatin,

Berita Foto Index

Pesta Budaya 2018

Pesta Budaya 2018

Minggu, 23 September 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya