img
img

Pertanian

Kamis, 08 Februari 2018 | Oleh: hms04

Dinas Pertanian Panen Padi di Lahan Demplot

Dinas Pertanian Panen Padi di Lahan Demplot PANEN: Kepala Dinas Pertanian beserta seluruh staf dan PPL saat berpose bersama di lokasi lahan demplot padi sawah menandai panen padi dengan luasan sekitar 4 hektare untuk mendukung program Rasda 2018 dan diyakini akan terpenuhi. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU - Dinas Petanian Kabupaten Malinau melakukan panen hasil tanaman demplot atau lahan contoh Dinas Pertanian dengan luasan sekitar 4 hektare di Jalan Kampus Poltek Malinau, Kecamatan Malinau Utara pada Sabtu (3/2) pagi, akhir pekan kemarin.  Seluruh tenaga penyuluh lapangan (PPL) Dinas Pertanian beserta seluruh staf termasuk anak sekolah dari SMK Kecamatan Tulin Unsoi Kabupaten Nunukan yang sedang praktik lapangan atau magang di Dinas Pertanian juga ikut serta dalam panen tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Ir. Kristian Muned M.T. menjelaskan, padi yang dipanen tersebut merupakan hasil tanam pada musim tanam (MT3) di tahun 2017 lalu. Kristian Muned berkeyakinan bahwa kebutuhan Beras Daerah (Rasda) tahun ini dapat tercapai. Sebab, dari beberapa hasil ubinan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Malinau Utara ini menunjukkan hasil panen mencapai sekitar 4,5 hingga 5,2 ton per hektare dari tiga lokasi yang dilakukan pengubinan oleh BPS tahun lalu.

Dinas Pertanian berkeyakinan, hasil panen lahan demplot Dinas Pertanian ini kemungkinan besar tidak akan jauh dari angka itu selama pola pertaniannya sama dengan yang diambil samplingnya. “Khusus yang (di lahan panen) ini, prediksi kami main di antara 4,5 hingga 5 ton per hektare. Ini juga sesuai kesepakatan, kami akan lempar untuk memenuhi kebutuhan Rasda. Bahkan, petani juga sudah banyak menjual gabahnya untuk mendukung program Rasda ini,” ungkap Kristian Muned.

Kristian Muned menambahkan, program Pemkab Malinau saat ini salah satunya adalah Rasda di samping program RT Bersih dan program wajib belajar 16 tahun. Untuk mewujudkan program Rasda itu, leading sector-nya berada di Dinas Pertanian. "Jadi, merupakan suatu tanggung jawab moral bagi Dinas Pertanian kepada pimpinan dalam memyukseskan program unggulan daerah tersebut. Itu yamg pertama," ungkap Kristian Muned kepada media ini di sela kegiatan panen.

Kedua, lanjutnya, maksud dari bertani dengan mengerahkan tenaga PPL dan Kepala Cabang Dinas Pertanian (KCDP) di 5 wilayah kecamatan di Ibu Kota Kabupaten Malinau ini tidak lain untuk memberi contoh serta memotivasi para petani padi Malinau. Sebab, lahan yang digunakan adalah lahan demplot milik Dinas Pertanian. PPL menurut Kristian Muned, tugas dan kewajibannya adalah tenaga penyuluh. Namun tenaga penyuluh perlu memberikan contoh nyata di lapangan yang hasilnya bisa di lihat petani dan dijadikan contohnya. “Artinya, memberikan contoh. Jadi, selain menyuluh, dia juga memberikan contoh dengan bertani yang baik dan benar sesuai aturan bertani baik, benar dan sehat supaya di peroleh hasil yang maksimal,” ungkap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Malinau ini.

Ketiga, sambung Kristian Muned, lahan demplot yang ditanami padi ini merupakan tanah milik Dinas Pertanian dan berada di Jalan Kampus Poltek Malinau, Kecamatan Malinau Utara. Tanah ditanami ini baru sekitar 4 hektare saja dan selebihnya lahan lainnya ada yang dipinjam dan garap oleh warga. “Sedangkan selebihnya lagi juga ada yang belum tergarap,” tukasnya. (ida/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

5 (Lima) Raperda di sah kan

5 (Lima) Raperda di sah kan

Rabu, 15 Agustus 2018

Malinau - Rapat Paripurna ke – 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malinau Masa Sidang II Tahun 2018 dengan acara Persetujuan dan Penetapan DPRD Kabupaten Malinau terhadap 5 (Lima) Raperda menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kebupaten Malinau

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya