img
img

Pemerintahan

Senin, 05 Februari 2018 | Oleh: HMS04

Lembaga Adat Berperan Serta Membangun Daerah

Lembaga Adat Berperan Serta Membangun Daerah SINERGI: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si bersama Ketua Terpilih Lembaga Adat Tidung Kabupaten Malinau periode 2018-2023 Drs. H. Edy Marwan, M.Si kala saling mengucapkan selamat HUT ke-18 Kabupaten Malinau tahun 2017 lalu di Gedung DPRD Kabupaten Malinau. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Peran organisasi masyarakat seperti paguyuban dan khususnya lembaga-lembaga adat sangat penting dalam pembangunan, terutama dalam menyukseskan program daerah. Hal itu yang sering ditegaskan oleh Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dalam setiap kegiatan atau pertemuan dengan lembaga adat, paguyuban dan organisasi masyarakat lainnya.

“Pemerintah daerah sudah membuka ruang yang luas dan besar, untuk bagaimana semua budaya berkontribusi dan menghadirkan diri sebagai kekuatan pembangunan. Hal itu dimaksudkan tidak lain adalah untuk memperindah, memperkuat dan memperkaya Malinau,” ucap Yansen TP dalam sebuah kesempatan.

Terkait peran serta lembaga adat dalam membangun Kabupaten Malinau, Drs. H. Edy Marwan, M.Si, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Lembaga Adat Tidung Kabupaten Malinau periode 2018-2023 pada Musyawarah Besar (Mubes) Lembaga Adat Tidung Kabupaten Malinau, Senin (29/1) lalu, menegaskan, berdirinya lembaga adat yang akan dipimpinnya tidak terlepas dari keinginan dalam rangka untuk berperan serta membangun daerah dan bangsa.

Dalam membangun, lanjut pria yang akrab disapa H. Edy ini, tentunya perlu ada sinergisitas program pemerintah dengan program lembaga adat dan itu jelas tidak boleh bertentangan. Kalau hal itu sudah dilakukan, maka peranan yang diharapkan oleh lembaga adat terhadap pembangunan yang didorong oleh pemerintah akan berjalan sesuai dengan harapan bersama.

“Lembaga Adat Tidung Kabupaten Malinau, akan mempunyai program ke sana (sinergi dengan program pemerintah), yang jelas program tersebut  sebagai wujud kita melaksanakan apa yang telah diprogramkan pemerintah dengan memberikan dukungan sepenuhnya,” ujar H. Edy Marwan kepada Radar Tarakan, Kamis (1/2) di Komplek Kantor Bupati Malinau.

Saat ini, sebutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mempunyai program Gerakan Desa Membangun (Gerdema) dan punya tiga program unggulan lainnya yaitu RT Bersih, Beras Daerah (Rasda) dan Wajib Belajar 16 Tahun.

Menurutnya, untuk menyukseskan program RT Bersih bukan hanya peran atau kewajiban dari RT, desa dan kecamatan saja, tetapi lembaga adat juga turut memberikan dukungan, sehingga program RT Bersih ini berjalan sesuai rencana untuk terwujudnya Malinau yang maju dan sejahtera.

Masyarakat Tidung, jelas dia, banyak berada di Malinau Utara, Malinau Kota, di Tanjung Lapang, Malinau Barat dan ada juga di beberapa kecamatan lainnya.  “Saya mengharapkan kepada masyarakat Tidung yang berada di tempat-tempat seperti misalnya di Malinau Selatan, di Pulau Sapi, kemudian ada juga di mana-mana itu, agar mereka juga turut berpartisipasi di lingkungannya masing-masing untuk memberikan dukungan dan dorongan serta turut serta melakukan kreativitas-kreativitas dalam rangka membangun dan mengembangkan di RT di mana mereka tinggal,” imbaunya.

Kemudian, terkait program Rasda, menurutnya Kabupaten Malinau punya potensi yang luar biasa dalam menyediakan Rasda. Demikian juga masyarakat Tidung, punya potensi yang luar biasa karena mempunyai potensi lahan yang luas untuk dikembangkan

Nah, lahan yang saya maksudkan ini, mari masyarakat Tidung Kabupaten Malinau ini memanfaatkan lahan tidur yang selama ini tidak dimanfaatkan untuk melakukan karya nyata dalam rangka untuk membangun Kabupaten Malinau, khususnya pada sektor pertanian, perikanan dan pangan,” tuturnya.

Supaya bisa turut serta menyukseskan, ia juga mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, melalui Dinas Pertanian, Dinas Pangan dan Dinas Perikanan, dengan menyosialisasikan atau pun memberikan bantuan-bantuan lainnya. “Saya mengharapkan melalui lahan-lahan tidur ini insya Allah budaya tenguyun (gotong royong), yang memang sudah dikembangkan oleh masyarakat Tidung sejak zaman dahulu kala sampai sekarang, bisa kita bangkitkan lagi gairahnya,” ujarnya.

Untuk program daerah Wajib Belajar 16 Tahun, menurutnya apa yang diprogramkan pemerintah ini adalah peluang nyata bagi masyarakat secara keseluruhan, apalagi masyarakat Tidung. Sebab itulah, dirinya mengajak masyarakat Tidung untuk menangkap program yang sangat baik itu dan bisa membudaya di masyarakat Tidung secara keseluruhan. “Kalau orang bisa, kenapa kita tidak bisa. Karena apa yang dilakukan pemerintah untuk pembangunan kita ini sudah luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagai ketua terpilih, ia juga menegaskan bahwa lembaga adat itu bukan untuk kekuatan pribadi dirinya sebagai ketua, tetapi lembaga adat itu berdiri dalam rangka untuk masyarakat Tidung secara keseluruhan dan juga bermanfaat bagi orang lain, terutama orang di sekitarnya.

“Saya imbau kepada seluruh masyarakat Tidung di mana pun berada, harus dapat menerima dan melaksanakan semua apa yang telah dikomitmenkan oleh pemerintah daerah. Seperti tiga program yang ada, RT Bersih, Rasda dan Wajib Belajar 16 Tahun. Kalau kita tidak menyambutnya, rugi kita, ketinggalan kita,” pungkasnya. (ags/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Kades Harus Senyum Dan Semangat !

Kades Harus Senyum Dan Semangat !

Rabu, 21 Februari 2018

Malinau-Aparat Pemerintahan Desa merupakan perwakilan pemerintah daerah guna untuk menjembatani dan memperpendek rentang kendali pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah termasuk dalam pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya