img
img

Pertanian

Rabu, 24 Januari 2018 | Oleh: hms04

Setiap Desa Diharapkan Sisihkan 10 Persen

Setiap Desa Diharapkan Sisihkan 10 Persen TERUS DIKEMBANGKAN: Sektor pertanian padi sawah yang jadi andalan utama untuk meningkatkan ketersediaan pangan swasembada beras Malinau. Pemkab Malinau juga terus memprogramkan infrastrukturnya. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU-Untuk mewujudkan ketahanan pangan di setiap desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui Dinas Pertanian mengarahkan agar pemerintah desa mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) minimal 10 persen. Hal itu dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan dan penyediaan beras daerah.

“Alokasi tersebut, untuk mendorong pengembangan pertanian masyarakat desa masing-masing,” tegas Kepala Dinas Pertanian Malinau Ir Kristian Muned MT beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kristian Muned, fokus kegiatan bisa bermacam-macam. Antara lain pengadaan benih unggul, pupuk dan pestisida. Kemudian, penyediaan dan pengolahan lahan sawah untuk memproduksi pada sesuai dengan kebutuhan masyarakat termasuk di dalamnya masyarakat tidak mampu yang menjadi sasaran bantuan program Beras Daerah (Rasda). Selanjutnya, pembelian beras petani untuk stok lumbung desa dan memenuhi kebutuhan beras masyarakat kurang mampu atau rumah tangga sasaran (RTS). "Keempat, pengadaan peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan petani untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan sawah, pemeliharaan padi, pemanenan, dan penanganan pasca panen," bebernya.

Dijelaskan, dukungan Pemkab Malinau terhadap pengembangan sektor usaha pertanian masyarakat di tahun 2017 ini sudah dilakukan. Salah satunya dengan memprogramkan kegiatan melalui Dinas Pertanian terutama bidang infrastruktur pendukungnya. Optimalisasi lahan sawah dengan perbaikan irigasi, pematang, dan pembenahan lahan persawahan. Kemudian pemetaan lahan sawah fungsional dan potensial, pembangunan DAM, bendungan, drainase dan saluran irigasi. "Termasuk juga pembangunan irigasi baru, perluasan area sawah dan pembangunan lumbung padi atau beras di setiap kecamatan dan desa," tutur Kristian Muned.

Kegiatan fisik di atas, sambung Kristian Muned, didukung program penyediaan sarana penunjang yang diprogramkan yaitu sarana produksi berupa benih, pupuk dan pestisida serta obat-obatan yang diperlukan petani. Kemudian bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa handtractor, powertresher, dan unit-unit penggilingan padi. "Selain kegiatan yang kami programkan di atas, program partisipasi desa juga sangat diperlukan. Itu akan sangat mendukung. Yaitu dengan mengalokasikan APBDes minimal 10 persen untuk ketahananan pangan tadi," ujar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Malinau ini. (ida/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

PEMBUKAAN REKONSILIASI DAN BIMTEK AKUNTASI DILINGKUNGAN PEMKAB MALINAU TAHUN 2018

PEMBUKAAN REKONSILIASI DAN BIMTEK AKUNTASI DILINGKUNGAN PEMKAB MALINAU TAHUN 2018

Selasa, 04 Desember 2018

Malinau - 3 Desember 2018 Sekretaris Daerah Malinau Drs,Hendris Damus M.Si membuka Rekonsiliasi belanja dan kas per nopember serta bimtek akuntansi ( SIMDA ) terkait penyusunan LKPD bagi seluruh OPD dilingkungan pemerintah Kabupaten Malinau tahun 2018.

Berita Foto Index

Pesta Budaya 2018

Pesta Budaya 2018

Minggu, 23 September 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya