img
img

Berita Warga

Rabu, 10 Januari 2018 | Oleh: HMS04

Yansen TP: Irau untuk Rakyat

Yansen TP: Irau untuk Rakyat ATRAKSI BUDAYA: Salah satu penampilan atraksi budaya pada pagelaran Irau Malinau ke-6 tahun 2012 lalu. Setiap pagelaran Irau Malinau, semua budaya lokal dan nusantara yang ada di Malinau bergantian menampilkan aksinya. DOK/AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Bupati Malinau Dr.Yansen TP, M.Si mengharapkan pagelaran Irau Malinau ke-9 yang rencanannya akan dilaksanakan pada bulan Oktober nanti bukan sekadar sebuah euforia atau sebuah event yang hanya untuk memeriahkan, tetapi itulah model membangun di Kabupaten Malinau.

“Artinya, ada saat kita melakukan pembenahan di sektor riil di masyarakat, tapi ada saatnya kita memperlihatkan itu (hasilnya) kepada masyarakat luas,” ujarnya saat diwawancarai Radar Tarakan, Jumat (5/1) usai melakukan kunjungan kerja di salah satu sekolah di Malinau Kota.

Menurutnya, Irau merupakan sebuah kesempatan masyarakat untuk bersilaturahmi, juga memperlihatkan produk-produk hasil yang dikelola masyarakat dan itu menjadi motivasi serta menjadi bagian dalam membangun dunia ekonomi masyarakat Malinau.  Sebab itu, ia menegaskan bahwa pagelaran pesta budaya Irau ini dikemas sedemikian rupa sehingga jadi milik rakyat.

“Irau untuk rakyat atau Irau milik rakyat. Jadi rakyat yang sesungguhnya, bukan pemerintah. Bukan panitia, tapi masyarakat yang bereuforia. Sehingga saya harapkan semua pihak melibatkan diri secara langsung,” ucapnya.

Bupati juga mengharapkan semua budaya yang ada di Kabupaten Malinau, baik budaya lokal maupun nusantara wajib tampil. Sehingga, nantinya tidak hanya memperlihatkan atau menonjolkan satu kelompok saja, tapi harus memperlihatkan komunitas masyarakat Malinau yang ada di Malinau.

Kemudian, lanjutnya, diharapkan produk-produk juga harus muncul dari masyarakat dan bisa dalam bentuk apa saja. Seperti hasil kerajinan tangan, kuliner atau apa yang sifatnya memperlihatkan gerak pembangunan Malinau. “Harusnya paling tidak satu desa satu produk. Jadi setiap desa itu harus menampilkan produk-produknya,” tegasnya.

Dengan diadakannya event dua tahunan ini, Malinau yang merupakan kabupaten konservasi dan kabupaten pariwisata, tentunya akan makin dikenal dunia. Malinau juga sudah cukup dikenal dunia, karena memiliki jutaan hektar kawasan hutan lindung yang masih alami dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) yang lebih dikenal dengan sebutan Heart of Borneo.

“Tentulah kita berharap dunia akan mengetahui. Ini sebagai ajang promosi kita, karena Malinau sebagai kabupaten pariwisata yang saya harapkan Malinau menjadi basis pembangunan wisata di Kalimantan Utara. Saya harapkan beberapa pihak mengerti dan tahu tentang itu,” pungkasnya. (ags/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Kamis, 28 Juni 2018

Malinau-Perhelatan Aco Lundayeh tinggal menghitung hari. Acara yang menampilkan seni budaya ini akan dihadiri etnis Lundayeh sedunia yang dilaksanakan bulan Juli nanti. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Dr. Yansen

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya