img
img

Pertanian

Selasa, 02 Januari 2018 | Oleh: hms04

Bentuk Kader Pemandu Tani di 8 Desa

Bentuk Kader Pemandu Tani di 8 Desa MENINGKAT: Salah satu lahan padi sawah yang sudah berproduksi hasil binaan Inprosula, sempat ditinjau oleh Bupati Malinau, Yansen TP sekaligus panen perdana bersama Direktur Irigasi Kementan. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU - Direktur Institute for Promoting Sustainable Livelihood Approach (Inprosula) Dr. Petrus menegaskan, selama keberadaan Improsula selama melaksanakan kegiatan di Malinau telah membentuk kader-kader pemandu tani di beberapa kelompok tani.  Semua kelompok tani ini juga sudah mengikuti sekolah lapangan, yang terdiri dari 94 kelompok tani dan 21 kelompok wanita tani.

Sedangkan di tingkat desa, tim Inprosula juga membentuk kader-kader pemandu tani lokal desa di 8 desa binaan. Yakni Desa Tanjung Lapang, Kuala Lapang, Malinau Hilir, Pelita Kanaan, Sei Menggaris, Kaliamok. Lidung Kemenci dan Pulau Sapi. “Semua ini dalam upaya membantu pemerintah untuk menyiapkan tenaga sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian lokal di desa,” tegas Petrus.

Hambatan ke depan, kata Petrus, para pemandu yang sudah dibentuk dan dipersiapkan sekarang ini apakan mau memandu lagi.  Namun demikian, diakui Petrus ada beberapa PPL dari Dinas Pertanian kabupaten Malinau yang mendampingi kegiatan Inprosula ini. Tapi, banyak juga PPL yang tidak tahu bahwa di wilayah desanya ada pemandu-pemandu lokal. “Itu hambatannya yang pertama,” terang Petrus.

Kedua, sambung Petrus, saat ini para petani binaan Inprosula sudah berhasil memproduksi benih-benih padi unggul lokal dan sudah dikembangkan. Bahkan ada daerah lain yang sudah mengambil atau memasan benih padi lokasl Malinau ini.  Tetapi yang menjadi kendala dan hambatan saat ini karena dari dinas terkait masih menerima benih unggul nasional.  Sehingga petani lebih memilih benih padi yang gratis dari pemerintah dari pada membeli dari pada kelompok petani lain. “Dan bisa di uji coba dan sudah ada hasilnya,” tegasnya.

Petrus pun juga menyampaikan bahwa 7 hektare sawah yang dikembangkan dengan sistem organik pun masih berada di sekitar lokasi embung goemembran Jalan Christian Center Tanjung Lapang saja.  Tapi secara keseluruhan dari 8 desa yang menjadi desa binaan inprosula itu luasannya sudah di cakup mencapai 480 hektare. “Jadi, 7 hektare yang ada di sekitar embung itu memang kecil karena hanya untuk mendukung dan menunjukkan korelasinya dengan embung saja,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini sudah peningkatan produktivitas antara 350 kilogram sampai 600 kilogram gabah kering panen per hektare. sedangkan luasannya yang ada itu mencapai 480 hektare. Hambatannya, juga sudah di atasi. Dulu, sebelum adanya petani pemandu banyak petani yang panen kemudian di simpan. Namun sekarang ini, dari tim Inprosula menunjukkan dan mengingatkan kepada petani agar sebelum di simpan itu di jemur dulu dan sebelum di jemur di rontok dulu. Karena itu, menurut Petrus hambatannya adalah bagaimana menyandingkan kegiatan ini dengan benih nasional itu agar bersinergi dengan kinerja teman-teman PPL. “Dan satu lagi,  per 1 Januari 2018 sudah berakhir semua kegiatan Inprosula di Malinau,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan bahwa secara program boleh berhenti pada Januari nanti. Namun secara profesional, boleh berlanjut di Kabupaten Malinau sampai kapan pun juga. “Motivasinya yang penting. Karena ada niat tetapi tenaga kurang. Karena itu, dari Inprosula bisa memberikan motivasi petani,” ujarnya.(ida/puu)

Baca Juga

Berita Utama Index

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Kamis, 28 Juni 2018

Malinau-Perhelatan Aco Lundayeh tinggal menghitung hari. Acara yang menampilkan seni budaya ini akan dihadiri etnis Lundayeh sedunia yang dilaksanakan bulan Juli nanti. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Dr. Yansen

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya