img
img

Info Kaltara

Senin, 31 Juli 2017 | Oleh: hms04

Pertumbuhan Ekonomi di Kaltara Terus Berkembang

Pertumbuhan Ekonomi di Kaltara Terus Berkembang PERTEMUAN: Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kiri) didampingi Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, fokus membahas penguatan peredaran rupiah di perbatasan Kaltara, saat berada di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Jalan Mulawarman Kota Tarakan, Jumat (28/7). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo didampingi Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, meresmikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, yang lokasinya berada di Jalan Mulwarman Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada Jumat (28/7).

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan keberadaan BI sebagai bank sentral merupakan wujud dari amanat pasal 23 Undang Undang Dasar 1945.

BI memiliki mandat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang tercermin dari inflasi yang terjaga dan nilai tukar rupiah yang stabil. Untuk itu, dalam upaya menjaga inflasi di suatu daerah, perlu mendapatkan perhatian yang tinggi dari semua pihak.

“Kenaikan harga-harga yang tidak terkendali akan mencuripendapatan dan melemahkan daya beli masyarakat dan menghambat peningkatan kesejahteraan. Tentu menjadi cita-cita kita dalam membangun ekonomi di suatu daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, dalam rangka koordinasi nasional pengendalian inflasi tahun 2017 yang diselenggarakan di Jakarta, pada Kamis (27/7), Presiden RI Joko Widodo lalu mengingatkan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi tidak berarti apabila tidak disertai terjaganya inflasi.

Selain itu pentingnya sinergi kebijakan yang solid pada pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah dalam 4 aspek utama pengendalian inflasi. “Yang pertama kenaikan harga di daerah perlu terus dicermati sehingga risiko yang dapat mendorong inflasi dapat segera direspon. Yang kedua penguatan sistem informasi pangan perlu tersinkron. Yang ketiga infrastruktur perlu terus diperkuat untuk mendukung pengelolaan harga termasuk harga pangan. Yang keempat upaya efisiensi pangan perlu terus dilakukan,” tutur mantan Dirut Bank Mandiri tersebut.

Hadirnya Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Kalimantan Utara merupakan wujud komitmen BI untuk senantiasa mendukung pemerintahan daerah dan pemangku kepentingan di daerah, agar dengan demikian terus bisa menjaga inflasi di Provinsi Kalimantan Utara.

“Sebagai provinsi termuda di Indonesia, kami meyakini ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara akan terus berkembang dan mampu berkontribusi baik bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Patut disyukuri bersama, perekonomian nasional sampai pada pertengahan pertama tahun 2017 menunjukkan perkembangan yang positif.

Perekonomian Indonesia dapat mampu terus tumbuh cukup kuat dengan stabilitas yang mampu tetap terjaga.

“Pertumbuhan ekonomi triwulan pertama tahun 2017 tercatat 5,01 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi triwulan keempat tahun 2016 yang sebesar 4,94 persen,” ungkap pria kelahiran Amsterdam, Belanda tersebut.

Pertumbuhan ekonomi tersebut mampu diraih seiring dengan inflasi yang tetap terkendali pada level yang rendah.

Pada Juni 2017, inflasi nasional tercatat sebesar 0,69 persen atau 4,37 persen year on year. Pada momen hari raya Idul Fitri 2017, inflasi tersebut lebih rendah dari rata-rata 6 tahun terakhir dan menujukkan kualitas pengendalian inflasi yang semakin baik, pada tingkat nasional maupun pada tingkat daerah.

“Selain itu nilai tukar rupiah juga terjaga stabil dan defisit transaksi berjalan mampu dijaga tetap sehat,” ujarnya.

Namun beberapa catatan positif tersebut bukan hal mudah didapat. Sejak awal tahun 2017, Republik Indonesia dihadapkan berbagai tantangan yang tidak ringan.

Pada sisi eksternal, ketidakpastian kebijakan ekonomi dan politik pada negara maju, seperti kenaikan tingkat suku bunga Amerika, gejolak politik di Timur Tengah, dan gejolak politik di Semenanjung Korea terus menuntut kewaspadaan kita.

“Begitu pula dari sisi domestik, dimana korporasi dan perbankan masih belum berekspansi secara agresif dan mereka masih terus melakukan pelunasan utang-utang,” tuturnya. 

Pihak BI mengapresiasi pemerintah Indonesia mampu merespon dengan baik berbagai tantangan yang dihadapi. Perkembangan positif dari eksternal seperti mulai pulihnya harga-harga komoditas utama ekspor Indonesia, yakni batu bara dan kelapa sawit sepanjang tahun 2016, maupun dari domestik seperti terkendalinya harga pangan serta percepatan reformasi struktural melalui pembangunan infrastruktur mampu bergerak ke arah yang lebih baik.

RUPIAH MENGUAT

Sebagian warga di Provinsi Kalimantan Utara sekitar tahun 1980an masih bertransaksi menggunakan 2 mata uang berbeda, yaitu mata uang rupiah dan mata uang ringgit. Letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia adalah faktor utama mengapa hal tersebut terjadi.

Namun dengan berjalannya waktu penggunaan mata uang ringgit oleh masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara semakin pudar dan tingkat kesadaran serta penghargaan masyarakat dalam bertransaksi dengan menggunakan mata uang rupiah sangat baik.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo ketika ditemui Radar Tarakan, Jumat (27/7) mengatakan Bank Indonesia ingin menjalankan tugas utamanya yaitu memberikan keyakinan kepada seluruh masyarakat bahwa peredaran mata uang rupiah dapat berjalan dengan baik, termasuk sistem pembayaran dan pengelolaan moneter yang juga berjalan dengan baik.

“Untuk itu Bank Indonesia hadir di Provinsi Kalimantan Utara,” tuturnya.

Secara umum mengenai penerapan undang-undang mata uang rupiah, termasuk pada Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 17/11/DKSP yang mengatur kewajiban penggunaan rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, apabila dilakukan transaksi di wilayah negara Indonesia khususnya transaksi tunai maka harus menggunakan transaksi dalam bentuk mata uang  rupiah.

Menurutnya perkembangan tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap penggunaan mata uang rupiah di negara Indonesia semakin lama semakin tinggi.

“Bahkan pada pertemuan koordinasi beberapa waktu yang lalu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian juga menyampaikan bahwa semua pihak termasuk para penegak hukum ingin sepenuhnya menggunakan mata uang rupiah dan dapat disiplin dilaksanakan di negara Indonesia,”  ungkap Agus.

Namun hal tersebut dirasa akan sulit dapat terlaksana di daerah, khususnya daerah perbatasan apabila ketersediaan mata uang rupiah tersebut belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Dengan hadirnya Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Kalimatan Utara, maka daerah perbatasan seperti di Nunukan akan tersedia mata uang rupiah yang mencukupi.

“Dengan kualitas uang rupiah yang baik,” ujarnya.

 Sehingga disiplin penggunaan mata uang rupiah akan semakin baik. Selain itu Bank Indonesia memberikan perhatian lain dalam beberapa program yang salah satu nama programnya adalah Bank Indonesia Jangkau.

“Paling tidak dengan program tersebut Bank Indonesia dapat memberikan perhatian kepada 12 daerah di perbatasan Indonesia dengan negara tetangga. Presiden Joko Widodo juga mempersiapkan fasilitas-fasilitas lain dalam upaya peningkatan daerah perbatasan seperti dengan adanya Kantor Imigrasi, Kantor Polisi dan lain sebagainya,” ujar Gubernur BI.

“Kami mendorong adanya kegiatan lain misalnya money changer dan fasilitas perbankan,” tambah Agus Martowardojo.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan peredaran mata uang rupiah dan mata uang asing khususnya mata uang ringgit di Nunukan dan Sebatik, pada tahun 1980 sampai tahun 2004 sama-sama sangat intensif.

Namun Bank Indonesia semakin lama semakin bergerak dengan baik, apalagi kini dengan dibentuknya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara.

“Peredaran mata uang Rupiah di wilayah perbatasan tentu semakin lebih bagus,” tuturnya.

Pada saat ini hampir tidak ada lagi transaksi yang menggunakan mata uang Ringgit Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara. Selain itu saat ini tidak ada lagi pertukaran mata uang secara bebas.

Hal tersebut dikarenakan imbauan cukup intens dilakukan aparat penegak hukum khususnya kepolisian di perbatasan. Masyarakat juga dinilai sudah memberikan perhargaan yang baik terhadap mata uang rupiah.

“Sebelum berangkat ke Tawau, Malaysia atau Serawak, mereka yang akan ke Malaysia menukarkan uangnya di Sebatik. Di sana telah tersedia money changer, meskipun belum secara resmi namun telah berjalan dengan baik,” tuturnya.(*/jhn/ddq)

Baca Juga

Lima Desa Dapat Penghargaan Kamis, 23 November 2017

Lima Desa Dapat Penghargaan

Keputusan Tetap Pada Gubernur Kamis, 23 November 2017

Keputusan Tetap Pada Gubernur

Berita Utama Index

Bupati Lantik 28 Kepala Desa

Bupati Lantik 28 Kepala Desa

Kamis, 23 November 2017

PROKAL.CO, MALINAU - Pelantikan dan pengambilan sumpah janji kepala desa (Kades) terpilih periode 2017-2023 oleh Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi  di ruang Tebengang, lantai 2, Kantor Bupati, Jalan Pusat Pemerintahan, Tanjung Belimbing, Selasa (21/11)

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya