img
img

Info RT Bersih

Senin, 17 Juli 2017 | Oleh: HMS04

Cintai dan Konsumsi Produk Malinau

Cintai dan Konsumsi Produk Malinau KONSUMSI PRODUK LOKAL: Bupati dan sejumlah pejabat Forkominda Kabupaten Malinau bersama-sama menenggak Air Arguma yang di produksi Perusda Intimung saat pembukaan bulan bakti RT bersih.

PROKAL.CO, MALINAU-Bupati Dr Yansen TP MSi mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malinau untuk mencintai dan menggunakan produk daerah sendiri. Dalam hal ini produk air minum dalam kemasan (AMDK) dan Beras Daerah (Rasda) yang diproduksi Perusahaan Daerah (Perusda) intimung Kabupaten Malinau. Produk Arguma berasal dari Air Pengunungan Malinau, dan beras daerah ini berasal dari para petani Kabupaten Malinau sendiri.

“Mari kita minum dan makan produk dari kita (daerah) kita sendri. Kalau kita membeli ini,  uang kita akan kembali ke kita juga. Itu prinsipnya,” ujar Bupati Yansen TP dihadapan masyarakat Malinau yang mempromosikan produk-produk lokal Malinau dalam pembukaan bulan bakti RT Bersih di Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang Jumat, 14 Juli 2017 pekan kemarin.

Oleh sebab itu, Bupati Yansen TP tidak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat Malinau untuk  terus mencintai dan menggunakan serta mengkomsumi semua produk Malinau. Khususnya beras daerah, dan produk Arguma yang diproduksi dengan berabgai kemasan mulai kemasan gelar, 350 mili liter, 600 mili liter hingga 1,5 liter oleh Perusda Intimung.  Bahkan, Perusda Intimung juga sudah menjual produk Arguma ini dalam kemasan galon 19 liter dan sia di jual di pasar dengan harga yang sangat terjangkau oleh masyarakat.

“Mari  kita mencintai (produk Arguma) ini.  ini lebih unggul dari  produk-produk yang dijual dari luar, aman, sehat, halal  karena telah mendapat rekomendasi dan penelitian BPOM MUI Samarinda. Oleh sebab itu, kita ajak semua. mari kita mengkonsumsi, kita minum Arguma dalam memenuhi kebutuhan hidup dan kesehatan kita sehari-hari,” ujar Yansen TP.

Termasuk juga produk batik lokal Malinau, kata Bupati Malinau harus bangga digunakan oleh masyarakat Malinau. Karena produksinya sudah ada di Desa Malinau Hilir, Pulau Sapi dan Malinau Seberang.  “Pak Gubernur Kaltara saja bangga menggunakan batik Malinau, termasuk juga Direktur Utama bank kaltim. Masa, warga Malinau sendiri tidak bangga dan tidak mau menggunakannya? “ tegasnya.

Karena itu, Yansen TP berpartisipasi membangun daerah ini dimulai dari yang besar. Tapi dari yang terkecil dengan cinta dan menggunakan produk lokal seperti itu sudah menjadi bagian dari partisipasi membangun. Begitu juga dengan para perajin batik, harus terus berproduksi batiknya. Jangan sampai kosong, atau tidak bisa melayani ketika ada pesan. Terlebih, dalam  memasuki era perdagangan bebas masyarakat ekonomi Asia (MEA), maka semua pihak diharapkan harus bangga menggunakan produk dalam negeri khususnya produk local yang dihasilkan oleh anak negeri ini. Semua harus punya semangat yang tinggi untuk membangun bangsa dan Negara ini dengan memanfaatkan semua potensi lokal bangsa dan Negara yang dimiliki.  Bupati juga mengajak semua pihak untuk menjaga keutuhan di wilayah Kabuapten Malinau dengan mengedepankan prinsip-prinsip kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam memandang masa depan Kabupaten Malinau.

“Jauhkanlah sikap mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan. Kedepankan kebersamaan dalam menyatukan perbedaan yang kita miliki,” tegas Yansen TP.(ida/puu)

Baca Juga

Berita Utama Index

Surplus Daya 2000 KW, PLN Jaring Pelanggan Baru

Surplus Daya 2000 KW, PLN Jaring Pelanggan Baru

Selasa, 19 September 2017

MALINAU — Sebanyak 200 calon pelanggan PLN tahun ini ditargetkan dapat dialiri listrik. Kepala PLN Malinau Ady Fatur Muad memastikan, pihaknya dapat mengalirkan listrik pada warga yang sudah tercatat dalam daftar tunggu ini dalam 4 bulan ke depan.

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya