img
img

Info RT Bersih

Minggu, 16 Juli 2017 | Oleh: hms04

RT Bersih Dijadikan Konsep Hidup

RT Bersih Dijadikan Konsep Hidup BERI SEMANGAT : Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menyalami satu persatu para ketua RT yang hadir dalam acara pembukaan Bulan Bakti RT Bersih Tahun 2017 di Desa Wisata Pulau Sapi, Jumat (14/7). AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Tahun 2017 merupakan tahun kedua pelaksanaan Bulan Bakti RT Bersih setelah dicanangkan Tahun 2016 dan pembukaan Bulan Bakti RT Bersih tahun ini di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang yang  dibuka secara resmi oleh Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si. 

Bupati Yansen TP saat diwawancarai usai membuka Bulan Bakti RT Bersih di Desa Wisata Pulau Sapi, Jumat (14/7) mengatakan bahwa bulan bakti merupakan starting point Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama masyarakat untuk bagaimana mewujudkan secara nyata prinsip-prinsip pembangunan yang dilaksanakan melalui Gerakan Desa Membangun (Gerdema)  yang difokuskan pada RT Bersih.

“Apa makna kita fokus kepada RT Bersih ini, karena kita melihat asumsi nilai utama dari RT Bersih itu tidak lain adalah yang berkaitan pada tata nilai hidup kita sebagai pribadi. Ini bukan idealis, tapi memang harus sadar dengan itu, bahwa membangun manusia itu memang harus berkaitan dengan nilai-nilai yang melekat pada dirinya. Apa dia? Perilaku tentang rapi, tertib, bersih, sehat, indah dan harmonis,” ungkapnya kepada awak media.

Kalau mencernai ke 6 kata yang merupakan kepanjangan dari kata RT Bersih itu, kata bupati, itulah nilai hidup manusia. Yaitu nilai hidup yang ditunjukan sebagai satu kesatuan dari nilai hidup masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengharapkan kepada seluruh masyarakat Malinau untuk memahami dan menyadari itu dan menjadikannya sebagai konsep hidup.

“Kalau masyarakat Malinau ini sadar membangun Malinau ini, marilah kita mengubah perilaku kita dan membangun kepribadian kita. Perilaku apa?  Perilaku rapi, tertib, bersih, sehat, indah dan harmonis itu,” katanya.

Jadi, lanjutnya, kalau bulan bakti ini dijadikan starting point, tidak lain menunjukan bahwa ini loh masyarakat Malinau bisa dan Ini loh Malinau bisa berubah. Nah jadi,  ini harapan saya, sehingga bulan bakti ini bukan normatif saja atau seremonial saja, tapi betul-betul menjadi media kita untuk bagai mana kita mewujudkan pembangunan secara nyata.

Bupati pun juga mengharapkan, hal itu bisa dicernai baik-baik oleh seluruh lapisan masyarakat dan dilaksanakan nantinya. Ia pun yakin kalau masyarakat sadar dengan kebutuhan kehidupan yang berkualitas, maka dimulai dari diri masyarakat sendiri, mulai dari RT, kemudian desa, kabupaten dan pada akhirnya menjadi keseluruhan secara nasional untuk bisa dipraktikan. “Kenapa? Karena selama ini kita bicara tentang isu-isu ya itu-itu juga.

Isu tentang kemiskinan, ketidakberdayaan dan keterbatasan. Itu isu apa tidak bisa diselesaikan? Bisa diselesaikan! Mulai darimana? Mulai dari diri kita,” tegasnya. (ags/puu)

Baca Juga

Berita Utama Index

Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Sinkron

Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Sinkron

Jum'at, 27 April 2018

PROKAL.CO, MALINAU – Kabupaten Malinau memiliki luas 52 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan wilayahnya masih banyak hutan alami. Karena, sebagai daerah penyangga dan penyeimbang dari kabupaten hingga provinsi yang ada

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya