img
img

Wisata & Budaya

Minggu, 09 Juli 2017 | Oleh: HMS04

Malinau Kaya akan Budaya

Malinau Kaya akan Budaya UPACARA ADAT : Tampak Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si (baju batik ungu), Bupati Bulungan H. Sudjati dan Juga Rektor Universitas Borneo Tarakan Prof. Dr. Adri Patton, M.Si saat menghadiri dan melihat langsung prosesi adat perkawinan (Pekiban) anak dari Kepala Adat Besar Apau Kayan sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Malinau Ibau Ala, Kamis (6/7) di Jl. Trans Kaltara, Kabupaten Malinau. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengatakan bahwa Malinau adalah kabupaten yang besar, yaitu besar karena budaya yang dimiliki. Hal itu dikatakannya saat diwawancarai awak media usai menghadiri upacara adat perkawinan (Pekiban) Suku Dayak Kenya Lepo’ Tau, anak dari Kepal Adat Besar Apau Kayan Ibau Ala, Kamis (6/7) di Jl. Trans Kaltara, Kabupaten Malinau.

“Kekayaan budaya yang seperti ini (Pekiban, Red.), harusnya kita pelihara, kita jaga, kita tumbuhkembangkan menjadi identitas masyarakat bangsa,” ujar Bupati Yansen TP di lokasi upacara.

Dirinya sangat menyambut baik dilaksanakannya acara adat dalam rangka perkawinan ini, karena menurutnya acara ini merupakan sebuah contoh yang baik untuk semua dan menunjukan makna kebhinekaan Indonesia yang memilik banyak keragaman budaya dan tradisi. “Kegiatan seperti mempunyai makna kita berbeda-beda dan mempunyai makna bahwa kita kaya akan pernak-pernik budaya,” tuturnya.

Menurutnya lagi, acara adat seperti ini juga merupakan potensi yang sangat besar sekali dalam rangka mengembangkan Malinau sebagai kabupaten pariwisata, sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau yaitu menjadikan Kabupaten Malinau menjadi kabupaten yang menjadi tujuan wisata, baik adat dan budaya, serta alamnya.

Ia berharap, acara-acara seperti ini terus dilakukan oleh masyarakat adat lainnya, sehingga nanti konfigurasi warna ‘pelangi’ yang menjadi moto Kabupaten Malinau, karena dengan keanekaragaman yang dimiliki Malinau, akan memperkaya dan memperindah Malinau. “Saya kira inilah model harmonisasi yang penting terus kita tumbuhkembangkan, sehingga akhirnya reaksi masyarakat dalam membangun itu akan sangat kelihatan dan antusiasme masyarakat akan sangat kelihatan,” katanya.

Bupati Malinau dua periode ini, yakin bahwa masih banyak model dan pernak-pernik budaya yang masih terpendam yang masih belum tergali. Dengan adanya even upacara adat perkawinan seperti yang dilaksanakan oleh pasangan pengantin Kuing Kuleh yang merupakan putra dari Kuleh Alung dan Betty Kuing dan Tri Putri Yani yang merupakan putri dari Ibau Ala dan Farida Ngang ini akan menggairahkan kembali bangkitnya semangat untuk menumbuhkembangkan dan menampilkan budaya-budaya adat disetiap kehidupan masyarakat.

“Saya berharap, upacara adat seperti ini tidak hanya dalam perkawinan, tapi dalam berbagai bentuk acara yang lain. Seperti melamar, bahkan kegiatan-kegiatan masyarakat yang lainnya,” harapnya seraya mengatakan bahwa sangat tepat sekali dan sangat baik kegiatan seperti didokumentasikan dan didukung oleh pemerintah.

“Kegiatan ini sangat baik sekali, sehingga saya meminta kepada Dinas Pariwisata, supaya betul-betul mendokumentasikan ini tidak hanya untuk menjadi dokumen daerah, tetapi bisa menjadi informasi dan promosi kepada banyak pihak bahwa di Malinau memiliki beranekaragam budaya,” tukasnya. (ags/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Prof Adri Patton, M.Si : Tidak Sembarang Menunjuk Orang Jadi Pembicara

Prof Adri Patton, M.Si : Tidak Sembarang Menunjuk Orang Jadi Pembicara

Jum'at, 17 November 2017

PROKAL.CO, TARAKAN – Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) Prof. Adri Patton, M.Si mengatakan, penunujukkan Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si sebagai pembicara untuk pembekalan kepada 592 calon wisudawan dan wisudawati UBT yang dilaksanakan

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya