img
img

Pemerintahan

Senin, 12 Juni 2017 | Oleh: HMS04

Bupati Jadi Keynote Speaker

Bupati Jadi Keynote Speaker SAMPAIKAN MATERI: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si saat menjadi keynote speaker Kongres Internasional I Kebudayaan Dayak di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, 2-6 Juni 2017. HUMAS UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, BENGKAYANG - Untuk pertama kalinya Kongres Internasional Kebudayaan Dayak dilaksanakan. Pelaksanaan bertempat di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat dan digelar mulai 2-6 Juni 2017.

Dalam Kongres Internasional I Kebudayaan Dayak itu, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si didapuk menjadi keynote speaker.

Dalam kata pengantar, R. Masri Sareb Putra selaku ketua steering committee pada kongres yang bertemakan “Membangun Manusia Dayak yang Berbudaya untuk Kesejahteraan dan Meningkatkan Daya Saing Daerah”, mengatakan, dirinya menemukan benang merah seusai membaca dan mempelajari 43 abstrak paper Kongres Internasional I Kebudayaan Dayak di Bengkayang.

Salah satunya adalah konsep ekonomi kerakyatan, yaitu pola antithesis pembangunan nasional yang digagas seorang putra asli Dayak yaitu Yansen TP yang juga merupakan Bupati Malinau 2011-2016 dan 2016-2021 dengan program Gerakan Desa Membangun (Gerdema).

“Dengan Gerdema-nya, membuat wajah baru-desa Dayak yang dalam bahasa sementara saya sebut prakapitalisme di desa-desa Dayak,” ungkapnya.

Bupati Yansen TP sendiri saat menjadi keynote speaker mengangkat tema tentang Paradigma Pembangunan “Percaya kepada Rakyat” melalui Gerdema. Menurut bupati, paradigma pembangunan perlu diubah, kebijakan dan strategi harus ditetapkan secara konkret untuk menatakelolakan semua potensi menuju perspektif pembangunan yang mengubah nasib rakyat.

“Motivasi pembangunan yang selanjutnya melahirkan pemikiran paradigma percaya sepenuhnya kepada rakyat, dimana akumulasi semangatnya dituangkan dalam konsepsi pembangunan yang saya namakan Gerakan Desa Membangun yang disingkat Gerdema,” katanya.

Terjadinya suatu gerakan karena adanya kepercayaan penuh yang diberikan kepada masyarakat untuk membangun desa mereka masing-masing.

Pandangan dan tindakan ini, kata bupati yang akrab disapa Yansen ini, sangat sejalan dan justru menunjukkan konsistensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dalam menjalankan prinsip Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa. Dari keseluruhan klausul pasal dan ayat dari undang-undang ini, pada akhirnya bermuara pada satu kata kunci, yaitu bahwa pemerintah desa merupukan penyelenggara kepentingan rakyat.

“Kata kuncinya adalah paradigma pembangunan, kebijakan, strategi, rakyat, pemerintahan desa dan Gerakan Desa Membangun,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, M.Pd selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia dan semua peserta kongres, termasuk kepada Bupati Malinau Yansen TP.

Bupati Bengkayang mengharapkan dengan adanya kongres ini bisa menyediakan serangkaian kesempatan, yaitu ruang untuk bertransformasi, mengungkapkan dengan cara yang beda dan menguraikan lewat kata-kata sendiri tentang aspek-aspek warisan budaya Dayak yang di masa lampau tidak terkatakan, tidak terekam, tidak terdokumentasikan dan bahkan diabaikan.

“Nantinya sesudah kongres akan ada pembacaan “Deklarasi Bengkayang” yang dituangkan dalam butir-butir serta rencana terkait tindak lanjut yang juga diharapkan akan bermanfaat bagi kita semua dalam membangun manusia yang sejahtera dan berdaya saing global,” kata Bupati Bengkayang dalam kongres yang dihadiri para pakar dan praktisi dari berbagai penjuru dunia dan mewakili berbagai provinsi, negara dan sub suku Dayak.(ags/ddq)

Baca Juga

Berita Utama Index

APBD Tahun 2018 Ditetapkan

APBD Tahun 2018 Ditetapkan

Rabu, 13 Desember 2017

PROKAL.CO, MALINAU – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPDB) Kabupaten Malinau tahun 2018 telah disetujui dan ditetapkan menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018. Persetujuan dan penetapan dilakukan dalam

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya