img
img

Info Kaltara

Selasa, 24 Januari 2017 | Oleh: HMS04

Kantongi 21 Suara, Prof. Adri Patton Pimpin UBT

Kantongi 21 Suara, Prof. Adri Patton Pimpin UBT Rektor UBT terpilih periode 2017-2021, Prof Dr. Adri Patton

PROKAL.CO, TARAKAN – Profesor Doktor Adri Patton dinobatkan sebagai rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk periode 2017-2021, setelah berhasil mengalahkan perolehan suara dari dua pesaingnya, yakni Profesor Doktor Eddy Suprayitno dan Doktor Tri Djoko Lelono, pada pemilihan rektor tahap akhir di lantai tiga gedung rektorat kampus UBT, Pantai Amal, kemarin (18/1).

Dari 21 anggota senat UBT yang memilih, ditambah kuasa Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang dikuasakan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Doktor Sutrisna Wibawa, Adri Patton mengantongi 21 suara, sementara Eddy Suprayitno 11 suara, dan Tri Djoko Lelono nol suara.

Ketua Senat UBT, Dr H. Muhammad Yunus mengatakan, dalam peraturan pemilihan ini, suara dari menteri sebesar 35 persen atau 11 suara. Sementara suara dari 21 anggota senat mencapai 65 persen. Sehingga jumlah total suara seluruhnya berjumlah 32 suara. “Hari ini merupakan tahapan akhir dari pemilihan rektor UBT periode 2017-2021 yang dilakukan oleh senat bersama dengan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Yang di antara tahapan ini mulai dari penyaringan, lalu penjaringan, dan kemudian hari ini adalah pemungutan dan penghitungan suara,” ungkapnya kepada Radar Tarakan kemarin (18/1).

Dari hasil pemilihan rektor ini, Yunus selaku ketua senat UBT mengucapkan terima kasihnya kepada panitia, rektor, maupun ketiga calon rektor, yang berkontribusi banyak pada kegiatan ini, sehingga proses pemilihan berjalan lancar dan cepat, tanpa ada hambatan. “Acara ini dimulai pukul 10.30 Wita dan selesai pukul 11.30 Wita. Hanya satu jam prosesnya,” ungkapnya.

Yunus mengapresiasi ketika dari ketiga calon yang ada diminta untuk menyampaikan kata sambutan setelah pemilihan, dan dari ketiga calon saling men-support antara satu sama lain. “Bagi saya pribadi, ini adalah kemenangan bagi semuanya yang ada di civitas akademika UBT, dan tidak ada yang kalah dan menang di sini,” tegasnya.

Ketua panitia pemilihan rektor UBT Dr Syafruddin mengungkapkan, setelah rektor terpilih sudah diketahui kemarin, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar acara pelantikan. Target pelaksanaannya yakni pada saat berakhirnya masa jabatan rektor saat ini, yakni 22 Maret 2017. “Biasanya pelantikan dilakukan secara bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan rektor yang lama, tidak lebih dan tidak kurang. Kami juga bersyukur bahwa walaupun waktu yang digunakan begitu mepet, tetapi pemilihan ini dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan mekanisme yang ada,” kata Syafruddin. “Dalam sebuah pemilihan, kalah dan menang itu biasa. Oleh karena itu saya juga berterima kasih kepada semua pihak yang membantu terwujudnya acara ini,” lanjutnya.

Rektor UBT terpilih periode 2017-2021, Prof Dr. Adri Patton yang dikonfirmasi terpisah menanggapi  keterpilihannya ini bukanlah suatu kemenangan, tetapi sebagai titik awal kebersamaan seluruh civitas akademika yang ada di UBT, untuk bersama-sama mengembangkan UBT agar lebih baik. “Saya yakin dan percaya, sebagai seorang pimpinan, saya tidak akan bisa apa-apa tanpa didukung oleh seluruh jajaran civitas akademika di UBT. Oleh karena itu, mari kita bersama membangun UBT. Kita tinggalkan perhitungan suara ini dan mari kita bergandengan tangan bersama-sama untuk menjadikan UBT yang lebih baik lagi,” tuturnya.   

Langkah pertama yang akan dilakukan Adri Patton setelah resmi menjabat sebagai rektor, yakni akan memprioritasnya pembenahan administrasi di UBT. Terobosan-terobosan lain adalah membuka program-program Strata-2 (S-2), yang bekerja sama dengan program di universitas-universitas di Indonesia yang terakreditasi A. “Karena jika kita menyekolahkan semua dosen ke luar kota, maka siapa nantinya yang akan mengajar di sini,” ujarnya.

Adri yang meraih gelar profesor dari Universitas Mulawarman Samarinda ini juga memprioritaskan pada tiga atau empat tahun mendatang, atau di akhir masa jabatannya sebagai rektor, harus ada putra daerah dari UBT yang menjadi guru besar, apalagi saat ini sudah banyak dosen di UBT bergeral doktor. “Untuk pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sudah oke. Yang menjadi masalah adalah bagaimana penelitian itu harus dijurnalkan dalam terindeks scopus. Dan Insya Allah nantinya itu akan kami atasi bersama-sama,” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan tentang pembangunan infrastruktur seperti Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UBT yang masih belum memiliki gedung sendiri. “Juga sarana olahraga dan sebagainya, yang perlu dilakukan pengembangan,” tegasnya.

Ketika ditanya terkait dengan biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) kampus yang dikabarkan naik, Prof. Adri mengaku belum banyak mengetahui kondisi di UBT. “Tetapi kami akan melihat, biasanya kenaikan uang per semester itu disesuaikan dengan program studi yang diambil. Kalau misalnya itu di bidang kesehatan masyarakat, misalnya kebidanan, karena ada laboratorium dan lain sebagainya, tentu berbeda dengan yang (jurusan) lainnya. Tapi itu akan kami bicarakan bersama dalam rapat senat. Tidak boleh satu pihak menaikkan dan sebagainya,” jelasnya. (*/asf/ashRadar Tarakan)

Baca Juga

Berita Utama Index

Tampilkan Kreasi Membangun Malinau

Tampilkan Kreasi Membangun Malinau

Senin, 14 Agustus 2017

PROKAL.CO, MALINAU-Bupati Dr Yansen TP MSi membuka pameran produk-produk lokal yang dipusatkan di lapangan sepak bola Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat Kamis, kemarin. Kegiatan yang dihadiri oleh Pejabat FKPD dan kepala SKPD, camat, kepala desa 

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya