img
img

Wisata & Budaya

Senin, 23 Januari 2017 | Oleh: HMS04

Pertahankan dan Perbaiki Desa Wisata

Pertahankan dan Perbaiki Desa Wisata Teks Foto : Penampilan tarian daerah dari remaja putri Desa Wisata Setulang. Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengharapkan baik tarian maupun alat musik yang digunakan agar tetap original untuk kelestarian budaya daerah.(foto : hms04)

PROKAL.CO, MALINAU-Kabupaten Malinau telah telah mendeklarasikan diri sebagai Kabuapten konservasi yang dijadikan sebagai kekuatan pembangunan Malinau hingga saat ini. Modelnya, kata Bupati Kabupaten Malinau Dr. Yansen TP, M.Si yakni dengan membangun sektor pariwisata. Dengan demikian, sudah dipastikan ada tuntutan-tuntutan atau konsekuensi yang harus dihadapi, terutama dalam setiap kunjungan yang jumlahnya banyak seperti dilakukan oleh mahasiswa University of Exeter, Inggris selama lebih kurang 10 hari di Desa Wisata Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir.

“Saya kira ini merupakan pembelajaran yang baik untuk masyarakat. Walalupun dengan segala keterbatasan, tetapi kita harus tetap konsisten menjadikan sebagai kabupaten pariwisata,” tegas Yansen.

Lebih lanjut Yansen menilai dari apa yang sudah dilakukan masyarakat, khususnya warga Desa Wisata Setulang, tentu masih terdapat beberapa kekurangan. “Mungkin dari sisi kita itu (dianggap) cukup, tetapi dari sisi mereka (para mahasiswa Inggris) itu kurang,” imbuh Yansen.

Karena itu, Bupati sangat berharap kepara seluruh masyarakat khususnya Desa Wisata Setulang dan desa-desa wisata lainnya harus segera berbenah diri. Pertama, dari segi potensi lokal yang menjadi potensi wsiata itu harus diperlihara dan dijaga dengan sebaik-baiknya. Seperti musik dan tarian misalnya, harus dimainkan dengan menggunakan alat musik dan dibawakan langsung dengan peralatan yang sesugguhnya. “Tampillah secara original, jangan dikembangkan ke modern. Karena itu bisa bisa menghilangkan hakikat budaya yang ada di masyarakat,” tegasnya.

Kedua, sambung Yansen, tempat tinggal juga harus disediakan dengan baik. Tidak perlu yang mewah, tetapi harus representatif untuk dijadikan sebagai tempat yang nyaman. Tetapi, medianya adalah media budaya warga setempat yang dikelola dengan baik, rapi dan bersih serta indah. Jangan sampai tidak layak, karena bagaimanapun para wisatawan luar negeri merupakan masyarakat yang hidup dengan kehidupan yang serba cukup. “Begitu masuk ke sini (Malinau), jangan perlihatkan yang tidak baik. Kita harus sedapat-dapatnya, paling tidak ya mampu membuat mereka (para wisatawan asing) itu terkesan. Itu yang utama,” pungkas Yansen. (ida/udn/Radar Tarakan)

Baca Juga

Berita Utama Index

Asisten III Lakukan Sidak Di Kecamatan

Asisten III Lakukan Sidak Di Kecamatan

Rabu, 26 April 2017

Malinau-Upaya penegakan disiplin di Kecamatan digalakkan. Asisten III Bidang Administrasi Umum Drs.H.Edy Marwan, M.Si didampingi oleh Iwan Darma Yuana, S.Sos,M.Si Kepala Bagian Tata Pemerintahan turun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kecamatan

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya