img
img

Kerajinan dan Produk Unggulan

Selasa, 05 Desember 2017 | Oleh: hms04

PKK Ingin Kembangkan Tenun dan Kerajinan Perak

PKK Ingin Kembangkan Tenun dan Kerajinan Perak BERPOTENSI: Ketua TP PKK Kabupaten Malinau sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Malinau Ny. Ping Yansen didampingi Ny. Maylen Wempi dan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani, SE, MAP saat belajar menenun di tempat kerajinan tenun Menggah Agung Indah di Jl. Prof. IB. Mantra, Gianyar, Bali, Senin (27/11) lalu. (AGUSSALAM SANIP / RADAR TARAKAN)

PROKAL.CO, BALI –  Setelah dianggap cukup berhasil mengembangkan produk batik khas Malinau dan tas anyaman rotan, Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Malinau kini kembali berinovasi dengan berencana membuat tenun dan kerajinan perak dengan motif khas Malinau. Untuk mewujudkan rencana tersebut, TP PKK Malinau melakukan kunjungan kerja di tiga kabupaten di Provinsi Bali.

“Tujuan kami ke sini adalah dalam rangka untuk belajar. Karena sesuai informasi yang kami dengar dan amati, di beberapa kabupaten di Bali memiliki kelebihan dalam membuat tenun ikat dan kerajinan perak. Jadi kami ingin belajar di sini,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Malinau Ny. Ping Yansen saat memimpin langsung kunjungan kerja di Bali dari tanggal 26 – 30 November 2017.

Kenapa pihaknya memilih Bali, karena Bali merupakan satu provinsi yang sudah lebih dulu maju dan juga sudah banyak langkah dan inovasi yang diambil, sehingga masyarakatnya juga sudah banyak memiliki kemampuan di bidang-bidang seni dan lain sebagainya.

Memang, sebut istri Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si ini, di Kabupaten Malinau masyarakatnya mungkin saat ini tidak terbiasa menenun. Namun, beberapa puluh tahun yang lalu, masyarakat Dayak juga bisa menenun, tapi setelah itu dengan berkembangnya zaman juga mulai menghilang dan oleh karena itu, sebagai TP PKK, pihaknya ingin mengangkat kembali tenun dengan motif khas Kalimantan, khususnya motif-motif dari suku yang ada di Malinau. Di Kabupaten Malinau sendiri, sebutnya lagi, ada 12 sub suku yang mempunyai motif-motif yang berbeda-beda.

“Yang mau kami angkat melalui tenun dan perak ini adalah motif-motif yang ada di Kalimantan. Nah menurut kami itu yang mungkin bisa dijual, karena niat kami ingin mengembangkan produk-produk yang ada di Kabupaten Malinau, secara khusus tenun dan perak yang rencananya akan kami programkan mulai dari nol pada tahun 2018,” ungkapnya.

Karena melihat potensi dan nilai budaya di Malinau yang mungkin sama tingginya dengan di bali, maka pihaknya ingin menuangkan nilai-nilai budaya melalui tenun dan kerajinan perak, seperti halnya dengan Batik Malinau dan kerajinan anyaman rotan khas Malinau. Dijelaskan, pada tahun 2012 pihaknya juga belajar membatik, dan saat ini batik yang diproduksi di Malinau mulai dipasarkan dan juga cukup banyak diminati.

“Kita sudah pasarkan melalui pameran-pameran Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda), ya PKK juga dan baru-baru ini kita ikut dalam acara Women International Club di Jakarta dan dapat respon baik dari pengunjung,” sebutnya.

Diakui ibu empat anak ini, karena batik Malinau dan pengrajin batiknya baru, mungkin kualitasnya masih belum maksimal, tapi pihaknya terus meningkatkannya dan tidak itu saja, pihaknya juga ingin menambah produk unggulan Malinau, yaitu tenun dan kerajinan perak, maka dari itulah mereka belajar ke Kabupaten Gianyar, Kabupaten klungkung sekaligus mengunjungi salah satu desa terbersih di dunia, yaitu Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli.

“Dan tujuan kami ke Provinsi Bali ini juga ingin melihat langsung salah satu desa terbersih di dunia, karena program unggulan kami di Kabupaten Malinau yaitu program RT Bersih yang kami mulai di Tahun 2016. Kami ingin masyarakat kami kenal adanya lingkungan yang bersih dan tertib, kehidupan yang bersih, kehidupan yang sehat, kehidupan yang indah dan harmonis,” papar wanita yang juga anggota DPRD Kabupaten Malinau ini.

“Semoga kunjungan belajar kami ini nanti berjalan dengan baik dan tentunya ada kemanfaatannya untuk masyarakat kami, secara khusus kader PKK. Karena, ini salah satu usaha kami untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di Malinau,” sambungnya. (ags/puu)

Baca Juga

Berita Utama Index

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Kamis, 28 Juni 2018

Malinau-Perhelatan Aco Lundayeh tinggal menghitung hari. Acara yang menampilkan seni budaya ini akan dihadiri etnis Lundayeh sedunia yang dilaksanakan bulan Juli nanti. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Dr. Yansen

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya