img
img

Pendidikan

Senin, 04 Desember 2017 | Oleh: hms04

Guru Honor Sekolah Bergaji di Bawah Rp 1 Juta

Guru Honor Sekolah Bergaji di Bawah Rp 1 Juta BERPOSE BERSAMA: Bupati saat berpose bersama dengan sejumlah pengurus PGRI dan para guru usai apel di halaman Kantor Bupati Malinau Rabu kemarin, (29/11).(FOTO WIDAYAT/RADAR TARAKAN)

PROKAL.CO, MALINAU - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malinau, Thomas Welingson mengakui, gaji guru di sejumlah sekolah yang diangkat oleh sekolah di Kabupaten Malinau yang nilainya di bawah Rp.1 juta. Tetapi  itu merupakan tenaga guru honor sekolah yang pendanaannya diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah BOS maupun BOS Daerah.

 “Sedangkan untuk tenaga guru yang kontrak yang diangkat dari pemerintah sudah tidak ada lagi yang mendapatkan gaji dibawah Rp1. Juta,” tegas Thomas Welingson kepada media terkait..

Dijelaskan Thomas Welingson, guru dengan penghasilan Rp.1 juta per bulan itu karena statusnya sebagai guru honor sekolah. Sistem pembayaran gaji tenaga guru honor sekolah  itu berdasarakan jumlah jam mengajar selama sebulan. Jika guru honor sekolah tersebut jumlah  jam mengajarnya banyak, maka dipastikan  gajinya bisa dari lebih Rp.1 juta. Tetapi jika jumlah jam mengajarnya sedikit, bisa mendapatkan gaji dibawa Rp. 1 juta. “Untuk perjam mengajarnya itu sangat bervariasi nominalnya. Ada sekolah yang mampu membayar Rp.10 ribu per jam dan ada juga  yang mampu sampau Rp17 ribu per jam. Tergantung keuangan sekolahnya masing-masing,” terang Kepala SMP Negeri 1 Malinau Kota ini.

Sebab, sambung Thomas Welingson, karena berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) tentang penggunaan dana BOS/BOSDA itu hanya bisa mengalokasikan sekitar 15 persen dari total dana bos itu. Dari 15 persen ini, penggunaannya digunakan untuk belanja pegawai. Artinya, bisa digunakan membayar gaji  guru honor sekolah tersebut . Tetapi tidak hanya untuk gaji guru honor saja, ada yang lain juga.  Tidak murni itu untuk gaji guru honor sekolah saja,” ungkapnya.

Namun demikian, terang Thomas Welingson, besaran dana BOS/BOSDa ini juga tergantung jumlah siswanya di setiap sekolah. Jika jumlah siswanya sedikit, otomatis dana yang masuk kesekolah pun juga sedikit. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap beban sekolah untuk tenaga guru honor sekolah. “Kalau BOSDA itu Rp.850 ribu per siswa. Sedangkan dana BOS  itu sebesar Rp.1 juta per anak per tahun. Jadi, semakin banyak siswanya, semakin banyak dana pemerintah untuk mesuportnya ,” ujarnya.

Disinggung soal perjuangan PGRI untuk meningkatkan kesejahteraan para guru honor sekolah, Thomas Welingson menjelaskan bahwa PGRI biasanya selalu memberikan masukan kepada kepala sekolah sekolah standar UMR atau yang mendekati nilai UMR.  Tetapi di Kabupaten Malinau ini bagi sekolah yang sedikit siswanya otomatis juga dananya sedikit yang didapat khususnya sekolah yang ada di wilayah perbatasan sedikit. Sebab dalam juknisnya, penggunaan dana BOS itu hanya 15 persen dan bukan untuk honor saja . Oleh sebab itu, pemerintah daerah juga sudah mencari jalan keluar yaitu diangkatlah guru kontrak. “Solusi dari pemerintah daerah itu ada, tapi untuk mengcover semuanya itu belum,” tukasnya.(ida/puu)

Baca Juga

Berita Utama Index

5 (Lima) Raperda di sah kan

5 (Lima) Raperda di sah kan

Rabu, 15 Agustus 2018

Malinau - Rapat Paripurna ke – 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malinau Masa Sidang II Tahun 2018 dengan acara Persetujuan dan Penetapan DPRD Kabupaten Malinau terhadap 5 (Lima) Raperda menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kebupaten Malinau

Berita Foto Index

Pesta Budaya 2018

Pesta Budaya 2018

Minggu, 23 September 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya