img
img

Pemerintahan

Kamis, 09 November 2017 | Oleh: HMS04

Pasar Inai Merupakan Aset Pariwisata

Pasar Inai Merupakan Aset Pariwisata SAYUR LOKAL: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si (topi merah) ssaat membeli sayur mayur di Pasar Inai beberapa waktu lalu. Sayur mayur di Pasar Inai memiliki kelebihan tersendiri, karena sayuran organic yang tabpa pupuk berbahan kimia. Sayurannya pun khas sayur lokal yang tidak bisa ditemukan di pasar-pasar umum. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Karena keunikan dan kekhasannya, Pasar Inai telah dijadikan aset pariwisata bagi Kabupaten Malinau. Hal itu ditegaskan Bupati Malinau Dr. Yansen TP. M.Si kala memberikan arahan kepada para pedagang di Pasar Inai beberapa waktu lalu.

Pasar Inai menjadi destinasi wisata yang menurut bupati akan memberikan manfaat besar bagi pedagang yang merupakan masyarakat desa yang ada di Malinau. “Saya ingin pasar ini betul-betul memberi kemanfaatan besar bagi Inai (ibu), Amai (bapak) dan masyarakat Malinau,” kata Bupati Yansen TP.

Pasar Inai, lanjutnya, sudah dijadikan salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Malinau dalam semua aspek. Karena, bisa menggerakkan perekonomian masyarakat. Dicontohkannya, apabila ada wisatawan asing atau lokal yang datang mengunjungi Pasar Inai, tentunya berdampak kepada pengusaha angkutan, kuliner, penginapan dan lain sebagainya.

“Yang berdagang dapat uang danyang berhibur (wisatawan) dapat kesenangan,” ujarnya.

Disebutkan, yang datang ke Pasar Inai tidak hanya untuk berbelanja. Namun ada juga yang hanya datang melihat, menyaksikan, merasakan serta menikmati keunikan dan kekhasan pasar tersebut. Oleh sebab itu, dengan tegas bupati meminta Pasar Inai ini tetap Pasar Inai, tidak boleh diubah.

“Pasar ini sudah dijadikan aset pariwisata. Artinya orang berkunjung untuk menikmati sesuatu yang tidak ditemuinya di tempat (pasar) lain,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta Pasar Inai jangan sampai dijadikan pasar modern dan Jangan memaksa memasukkan barang-barang yang lain. Karena, Pasar Inai hanya menjual hasil-hasil dari desa atau produk hasil rakyat di desa. “Kalau sudah ditentukan hari Senin dan Kamis, ya harus semua produk atau hasil dari desa. Jangan dipaksa (menjual produk luar) yang lain,” tegasnya.

“Kalau mau, silakan di waktu yang lain. Oleh sebab itu, saya minta pengelola pasar harus tegas soal ini. Jangan hilang ciri khas Pasar Inai ini. Ingat, kami pemerintah daerah sudah menegaskan ini (Pasar Inai) sebagai salah satu aset pariwisata,” tambahnya menegaskan. (ags/puu)

Baca Juga

Berita Utama Index

Imlek, Bupati Malinau Sambangi Warga Tionghoa Malinau

Imlek, Bupati Malinau Sambangi Warga Tionghoa Malinau

Jum'at, 16 Februari 2018

Malinau-Seperti tahun-tahun sebelumnya, Bupati Malinau Dr, Yansen TP, M.Si beserta beberapa kepala SKPD mengunjungi warganya yang sedang merayakan Hari Raya Imlek. Hari Raya Imlek 2018 adalah saat yang istimewa bagi warga Tionghoa. Ini penanda Tahun

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya