img
img

Info Kaltara

Minggu, 08 Oktober 2017 | Oleh: HMS04

Jembatan Bulan Sudah Dibahas Presiden

Jembatan Bulan Sudah Dibahas Presiden MENINJAU: Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ditemani Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, meninjau langsung pembangunan embung Rawasari di Kelurahan Karang Harapan, Jumat (6/10). Johanny/Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Harapan warga di Tarakan dan Kaltara untuk segera memiliki akses jalan darat dari pulau Tarakan ke daratan Kalimantan, sangat mungkin terwujud. Sebab, wacana pembangunan Jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) yang progresnya sedang disiapkan Pemprov Kaltara, telah sampai di telingan Presiden RI Joko Widodo.

Saat kunjungan di Tarakan kemarin, Jokowi menegaskan rencana pembangunan Jembatan Bulan ini sudah diusulkan Gubernur Kaltara ke kementerian terkait dan telah dilaporkan juga ke Presiden.

Kepada Radar Tarakan, Jokowi menjelaskan sudah membahas hal ini dalam rapat terbatas bersama Gubernur Kaltara Irianto dan sejumlah menteri.

“Semuanya masih dihitung dan dikalkulasikan di Kementerian PUPR. Tunggulah, sabar,” ujarnya singkat sembari tertawa.

Saat ini, lanjut Jokowi, kementerian terkait sedang melakukan perhitungan yang matang untuk pembangunan jembatan yang diprediksi akan menelan anggaran puluhan miliar tersebut. Terutama perhitungan Feasibility Study atau studi kelayanan Jembatan Bulan tersebut.

Sebab, perhitungan dan kalkulasi perhitungan Jembatan Bulan tersebut belum sampai ke Jokowi, sehingga dirinya belum dapat memutuskan pembangunan tersebut.

“Nanti kalau dari Kementerian PUPR dan Bappenas sudah masuk kalkulasi kebutuhan dananya sekian, maka akan dieksekusi,” kata  Jokowi.

Di Tarakan kemarin, Presiden sempat meninjau progres pembangunan Embung Rawasari di Kelurahan Karang Harapan. Program pembangunan embung memang menjadi salah satu janji politik Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Untuk itu kedatangan Jokowi kali ketiga ke Kaltara, salah satunya adalah untuk meninjau progres pembangunan embung yang didanai APBN.

Di Embung Rawasari, Jokowi ditemani langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono beserta Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan jajarannya.

Presiden menyampaikan, Embung Rawasari merupakan salah satu tempat penampungan air krusial yang digunakan untuk menyuplai bahan baku air di seluruh Kota Tarakan.

“Karena memang sangat kurang sekali, pembangunan embung ini sudah dimulai pada tahun 2016 dan diharapkan pada tahun 2018 mendatang pembangunannya sudah selesai,” tegas Jokowi, kemarin.

Lelaki asal Solo Jawa Tengah itu berharap, agar tahun depan Embung Rawasari yang dibangun menggunakan APBN sebesar Rp 64 miliar itu dapat selesai 100 persen, dan akan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Agar kebutuhan air untuk Kota Tarakan ini betul-betul tersuplai semuanya dan tidak ada kekurangan. Karena memang di sini kan tidak ada sungai besar, sehingga air-air dari sungai kecil pun harus kita tampung,” jelas Jokowi.

Sementara itu, ketika ditemui usai mengantarkan keberangkatan Jokowi menggunakan pesawat Kepresidenan menuju Brunei Darussalam, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie menegaskan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur Ibu Kota Kaltara, ia menangkap isyarat dari Presiden yang mendukung adanya pembangunan infrastruktur Ibukota Kaltara.

“Yang penting kalkulasinya kita buat dan desain dengan benar, kemudian kita review kembali segi kelayakannya dan nantinya dilihat segi kelayakannya. Dan nanti tetap akan melihat kemampuan keuangan negara terlebih dulu,” paparnya. 

Tak hanya infrastruktur saja yang dibahas oleh Irianto dan Jokowi, dia juga membicarakan rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Hemat Irianto, Presiden Jokowi sangat merespon adanya aspirasi tersebut. Namun karena DOB tersebut merupakan kebijakan moratorium, sehingga terdapat dilema yang nantinya terjadi ketika salah satu saja yang disetujui, maka yang lain akan ikut.

“Padahal beliau ingin bantu kita, tetapi APBN kita tidak mampu. Kita lihat nanti bagaimana untuk mensiasatinya,” tutur Irianto.

Masyarakat Kaltara juga patut bersyukur bahwa aspirasi yang disampaikan diperhatikan juga oleh presiden. Sehingga dia meminta kepada presidium DOB Kabudaya untuk bisa mengonsepkan, bersama-sama untuk memperjuangkannya.  

“Ini merupakan langkah kita untuk memperjuangkan DOB. Dari mulai ke lembaga DPD, lalu ke komisi II DPR RI, kemudian ke mendagri. Yang terpenting kita harus terus mengingatkan terkait DOB ini,” ungkap Irianto.

Lelaki yang pernah menjabat Sekprov Kaltim ini juga mengaku optimis, bisa merealisasikan DOB yang sangat diinginkan masyarakat Kaltara. Karena Kaltara merupakan daerah baru yang perlu perhatian khusus, terbukti dengan moratorium CPNS khusus bagi Kaltara.

“Boleh aja moratorium tetapi untuk Kaltara dikecualikan karena merupakan wilayah perbatasan, dan sebagainya. Kita kan berbeda dengan daerah lain yang juga mengusulkan DOB itu juga berada,” jelasnya.

Menurut Irianto, kunjungan kali ketiga presiden ini membawa kesan yang baik. Terlihat ekspresi Presiden Jokowi yang sangat senang berkunjung, ke provinsi termuda ini.

“Pak Jokowi juga sepertinya tidak bosan datang ke Kaltara. Terbukti sudah tiga kali beliau ke sini (Kaltara),” tutur Irianto.

Bahkan, Irianto mengaku juga sempat berbicara untuk mengajak Presiden Jokowi naik speedboad, dan Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya ingin sekali untuk naik speedboad, namun waktu yang terbatas sehingga tidak memungkinkan.

“Bahkan saya juga sempat mengajaknya memancing di laut Kaltara,” ungkapnya.   

Di antara beberapa hal yang sempat disampaikan oleh Irianto kepada presiden yakni tentang DOB, Kota Baru Mandiri, Kipi Tana Kuning, kemudian juga infrastruktur yang ada di perbatasan.

Alhamdulillah semua yang kita sampaikan beliau respon dengan baik,” pungkasnya. (*/asf/nri/dd)

Baca Juga

Berita Utama Index

Bupati Puji Siti Aminah

Bupati Puji Siti Aminah

Kamis, 07 Juni 2018

Malinau-Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si memuji Ketua RT 01 Malinau Kota, Siti Aminah atas kepedulian yang sangat tinggi untuk pendidikan dengan memberikan bantuan perlengkapan peralatan anak sekolah, PAUD, SD, SMP, SMA. Bantuan diberikan di Gedung

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya
[WIDGET KOMINFO] 08 Jun 2018 10:26 - ARTIKEL GPR - GOMA Untuk Laut Indonesia | 06 Jun 2018 15:00 - ARTIKEL GPR - Pembiayaan Mikro Jadi Solusi Mudah Permodalan Nelayan | 31 May 2018 13:59 - ARTIKEL GPR - Pesona Tuna Sebagai Penggerak Bisnis Perikanan Indonesia | 30 May 2018 15:49 - ARTIKEL GPR - Kejaksaan Siap Kawal Pembangunan dan Selamatkan Kerugian Negara | 29 May 2018 10:32 - ARTIKEL GPR - Jumlah Lansia Sehat Harus Meningkat