img
img

Pendidikan

Selasa, 19 September 2017 | Oleh: HMS04

Unmul dan Poltekmal Ujicoba Alat Penyaring Air

Unmul dan Poltekmal Ujicoba Alat Penyaring Air ALAT PENYARING: Tim dari Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda dan Poltek Malinau saat menunjukkan cara kerja alat penyaring air sederhana yang diujicobakan di hadapan masyarakat. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU-Salah satu kegiatan perguruan tinggi ditengah masyarakat adalah melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal itulah yang dilakukan oleh Politeknik Malinau (Poltekmal) bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan universitas Mulawarman (F Hut Unmul) Samarinda di desa Taras dan Sentaban, Kecamatan Malinau Barat, di Pulau Sapi Kecamatan Mentarang pada Jumat lalu.

Yakni dengan menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) tentang alat menyaring atau pengolahan air sungai menjadi air yang jernih guna menenuhi kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda, Dr Rudianto Amirta menegaskan, kegiatan penerlitian dan pengabdian kepada masyarakat ini tidak lain adalah tindak lanjut dalam agenda kerja sama yang telah ditandatangani. Yaitu  perjanjain kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Kehutanan universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan Poltek Malinau. Khususnya dalam hal penguatan kerjasama yang didalamnya ada beberapa lembaga seperti Yayasan bioma dan MCAI dan CIT dalam penyedian energi.

Dirinya berharap agar kegiatan penerapan teknologi untuk air bersih ini menjadi kegiatan tambahan yang bisa bermanfaat  bagi masyarakat.  “Teknologi ini kami kembangkan dan kami sebarluaskan tidak hanya di Malinau. Tetapi hampir di semua Wilayah Kalimantan Timur dan dan kalimantan Utara, seperti Berau, Paser, Kutai Timur dan Kukar sudah kami lakukan,” sebut Rudianto Amirta kepada media ini.

Menurut Rudianto Amirta,  program itu sudah mereka awali sejak setahun silam dengan mengembangkannya disalah satu desa di wilayah Kutai Kartanegara.  Oleh karena itu, dari penerapan awal di wilayah Kabupaten Malinau ini diharapkan capaiannya sama seperti pada awal penerapan di wilayah Kukar. Karena pada awalnya di Kukar itu hanya membuat alat saja, tetapi sekarang ini diperkirakan sudah mencapai sektiar 300 lebih rumah menggunakannya. 

Karena, memang teknologi yang digunakan cukup mudah,  dirinya berharapkan masyarakat bisa menerapkannya mengikutinya dengan melakukukan replikasi sehingga permasalahan kebutuhan air bersih ang dihadiri berpuluh-puluh tahun selama ini bisa diselesaikan dengan cepat. Mengingat, masyarakatnya ini tersebar. Sehingga, tidak mungkin PDAM dalam waktu dekat menyediakan jaringan pipa air bersih bagi masyarakat. “Sehingga harapannya dengan pendekatan terpisah atau parsial seperti ini atau dengan mobile tiap-tiap keluarga bisa menyelesaikan dalam jangka pendeknya” terang Rudianto Amirta.

Karenanya, sambung Rudianto Amirta , pihaknya berharap Poltek Malinau dan Yayasan Bioma bisa mendampingi masyarakat dalan penerapan aplikasinya di tengah masyarakat Malinau. sebab,  persoalan air bersih ada di semua desa di Malinau, bahkan juga daerah-daerah lainnya. 

Sebagai Dekan fakultas Kehutanan Unmul Samarinda, Rudianto Amirta sangat berharap agar hasil dari kerjsama antara moltek Malinau dengan Unmul samarinda bisa direspon oleh Pemerintah Malinau cukup agresif (lebih cepat). Mengingat, kemampuan pemerintah dalam menyediakan sarana umum terbatas. Karena itu, dengan dengan pendekatan dana Gerdema RT, Gerdema desa dan  lainnya yang ada di di tiap tiap desa itu bisa dialokasikan untuk menpercepatan penanganan persoalan ditengah masyarakat. “Kami ingin keterbukaan  dan implementasi. Tidak hanya sekadar bicara soal tatanan program. Tetapi memberikan sentuhan langsung yang bisa dirasakan langsung manfaatnya untuk rakyat,” tuturnya.

Dirinya juga mengaku senang melihat masyarakat yang didatangi dan melihatkan langsung ujicoba teknologi tepat guna sederhana penggunan alat penyaringan pengolahan air menjadi air bersih. Karena responnya sangat bagus dan mereka sambil berceloteh dengan senang hati karena bisa menikmati air bersih. “Mereka senang, terbebas dari air lumpur. Karena dalam selama ini mandi air lumpur sudah lebih 10 tahun,” cirita Rudianto Amirta menirukan ucapan warga.(ida/puu)

Baca Juga

Berita Utama Index

5 (Lima) Raperda di sah kan

5 (Lima) Raperda di sah kan

Rabu, 15 Agustus 2018

Malinau - Rapat Paripurna ke – 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malinau Masa Sidang II Tahun 2018 dengan acara Persetujuan dan Penetapan DPRD Kabupaten Malinau terhadap 5 (Lima) Raperda menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kebupaten Malinau

Berita Foto Index

Pesta Budaya 2018

Pesta Budaya 2018

Minggu, 23 September 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya