img
img

Wisata & Budaya

Senin, 31 Oktober 2016 | Oleh: HMS04

Pertemuan Internasional Pertama, Keluarga Besar Kayan Bahas Budaya

Pertemuan Internasional Pertama, Keluarga Besar Kayan Bahas Budaya ATRAKSI BUDAYA : Keluarga besar Kayan saat menampilkan upacara adat Ufah Kayan dalam acara Musyawarah Budaya Kayan di Kabupaten Malinau, Jumat (28/10).

PROKAL.CO, MALINAU – Persekutuan Keluarga Besar Kayan (PKBK) Kabupaten Malinau, bersama PKBK yang berada di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) serta negara tetangga, Malaysia mengadakan musyawarah budaya yang digelar di Kabupaten Malinau, Jumat (28/10).

Saat menyampaikan sambutan, Ketua Umum PKBK  Kabupaten Malinau Drs Tan Irang MAP mengatakan, bahwa Keluarga Besar Kayan bergembira, karena bersama-sama warga Kayan dari Malaysia bisa bertemu dan bermusyawarah membahas budaya di tempat yang indah dan membahagiakan dalam suasana yang penuh dengan kekeluargaan di lokasi kebun Dr Yansen TP MSi yang juga merupakan Bupati Malinau.

“Atas nama warga Kayan yang hadir dalam acara ini, kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr Yansen TP MSi beserta keluarga atas berkenannya menyediakan tempat ini untuk kita melaksanakan rangkaian kegiatan musyawarah budaya Kayan pada hari ini,” ujar Tan Irang.

Atas nama panitia dan PKBK Kabupaten Malinau, Tan Irang mengucapkan selamat datang kepada warga Kayan, baik dari Malaysia maupun dari Bulungan, Kutai Timur, Tenggarong, Samarinda dan Malinau sendiri.

“Pertemuan ini adalah pertemuan yang pertama kali diadakan antara suku Kayan Malaysia dengan suku Kayan yang ada di Kaltara dan Kaltim. Dengan kehadiran kita di sini, sebagai Suku Kayan, paling tidak kita akan mengenal satu sama yang lainnya, walupun dalam waktu yang singkat,”ungkapnya.

Dikatakannya, Suku Kayan kaya dengan budaya, salah satunya upacara adat Ufah Kayan yang ditampilkan dalam acara musyawarah budaya ini. Adat Ufah Kayan ini, dijelaskannya, adalah acara membentuk seorang anak laki-laki yang ditahbiskan untuk menjadi pemimpin Suku Kayan jika sudah menanjak umur dewasa.

“Kalau kita simak makna ini, bahwa orang-orang Kayan kita dulu, sudah punya komitmen mempersiapkan seorang pemimpin. Saya kira, tidak jauh arti dari sebuah visi di zaman modern ini mencetak seorang pemimpin melalui jalur pendidikan,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, orang Kayan wajib mengembangkan dirinya terhadap peluang yang ada untuk kemajuan masa depan orang Kayan, bangsa dan negara. Demikian juga kesenian yang masih dipertahankan sampai saat ini, meskipun sebagian sudah banyak yang dimodifikasikan gerakannya akan tetapi tidak menghilangkan corak aslinya.

Musyawarah Budaya Kayan ini, kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malinau ini, akan dilaksanakan selama satu hari, yaitu pada hari ini (28/10). Adapun hal-hal penting yang akan dibicarakan dalam waktu pertemuan ini antara lain menyamakan persepsi tentang budaya dan nilai-nilai kesenian pakaian adat orang Kayan dan hal-hal penting lainnya. Acara musyawarah ini diharapkan Tan Irang, tidak berhenti di sini saja, namun terus berlangsung sampai kapan pun untuk keberlangsungan terpeliharanya adat istiadat dan budaya warga Kayan.

“Semoga acara ini kita bisa laksanakan lagi di masa-masa yang akan datang, apakah masih di Indonesia atau di Malaysia,” pungkasnya. (ags/radar tarakan)

Baca Juga

Berita Utama Index

5 (Lima) Raperda di sah kan

5 (Lima) Raperda di sah kan

Rabu, 15 Agustus 2018

Malinau - Rapat Paripurna ke – 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malinau Masa Sidang II Tahun 2018 dengan acara Persetujuan dan Penetapan DPRD Kabupaten Malinau terhadap 5 (Lima) Raperda menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kebupaten Malinau

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya