img
img

Wisata & Budaya

Kamis, 06 Oktober 2016 | Oleh: HMS04

Penataan Wisata Semolon

Penataan Wisata Semolon Wisata Air Panas Semolon. Foto ISTIMEWA

MALINAU-Objek wisata pemandian air panas Semolon (Semolon Hot Waterfall) pada tahun 2015 lalu pemerintah sudah membuat pintu gerbang, lahan parkir dan gedung untuk mengelola karcisnya atau biaya restribusinya. Kemudian di tahun 2016 ini Pemkab Malinau akan melakukan penataan dengan tahap kedua DED- nya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau Padan Impung SPd MSi menegaskan, ada rencana perumahan dayak di bangun di sana. Termasuk juga yang sebelas etnis dan home stay atau rumah tinggal juga bagi pengunjung yang ingin menginap untuk menikmati alam di kawasan Wisata Semolon. Yakni dengan menginap langsung di rumah kediaman masyarakat Dusun Rajuk.

“Kampung dayak (di Dusun Rajuk) itulah yang menjadi Home stay nantinya. Dan, suatu saat pasti ada pelatihan-pelatihan khusus untuk SDM masyarakat yang ada di Dusun Rajuk itu agar bisa mengelola dengan baik ke depan,” ungkap Padan Impung kepada media saat ditemui media ini disela-sela mengikuti kegiatan peringatan HUT ke-71 TNi tahun 2016 di halaman Makodim 0910/Malinau, 5 Oktober 2016 kemarin.

Terkait teguran petugas kebersihan kawasan Wisata Air Panas Semolon, Padan Impung juga sudah mengarahkan dan memberikan pembinaan langsung agar mereka ini juga tetap menjaga keasliaanya, tetap merawat dan menjaga kebersihannya dengan baik. Kemudian ramah lingkungan agar tumbuhan-tumbuhan itu tidak di potong. Namun ternyata, kata padan Impung, petugas kebersihan kawasan Wisata Semolon tersebut ada yang memotong kayu dipinggir sungainya. Jadi, kita perlu berikan pembinaan kepada SDM-nya secara terus menerus agar keasrian di objek wisata semolon tetap alami, baik yang merawat, memeliharanya,” tegas Mantan Camat Malinau Barat ini.

Pemkab Malinau melalui Dinas Pariwisata berharap ke depannya, agar pepohonan dan tumbuhan di lokasi kawasan wisata air panas semolon dapat tumbuh alami. Sekalipun bersihkan, diharapkan hanya ranting-ranting dan daun-daun kering  serta tidak boleh membakar sembarang tempat di kawasan wisata tersebut. “Disana karena kita khawatirkan, saat bakar-bakar di sembarang tempat itu banyak akar-akar pepohonan yang bisa terbakar dan kayu akan mati,” tukasnya.(ida/Radar Tarakan)

Baca Juga

Berita Utama Index

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Aco Lundayeh Siap Dilaksanakan !

Kamis, 28 Juni 2018

Malinau-Perhelatan Aco Lundayeh tinggal menghitung hari. Acara yang menampilkan seni budaya ini akan dihadiri etnis Lundayeh sedunia yang dilaksanakan bulan Juli nanti. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Dr. Yansen

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya