img
img

Wisata & Budaya

Kamis, 25 Agustus 2016 | Oleh: hms04

Kerjasama Pariwisata, Undang Pakar dari UI

Kerjasama Pariwisata, Undang Pakar dari UI GANDENG UI : Sejumlah pakar pariwisata dari Universitas Indonesia (UI) saat berkunjung ke Desa Setulang dan berpose bersama di balai adat Desa Wisata Setulang bersama Bupati Malinau dan kepala desa.

MALINAU-Bupati Dr Yansen TP MSi mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Malinau mengundang para akademisi dari Universitas Indonesia (UI) dalam upaya membangun kerjasama dengan Pemkab Malinau. Karena Pemkab Malinau ingin membangun seluruh wilayah Kabupaten Malinau, karena Malinau merupakan salah satu Kabupaten Pariwisata.

Pakar pariwisata dari UI itu antara lain Professor Dr Bambang Subiyanto M.Ing, Dr Ir Wisnu Iswara MT,  Dr Ir Hendra Jaya MSi, Ir Rury Andika. Kemudian dari kelompok kerja (Pokja) Perbatasan yaitu Agus Rahman. Untuk itu, Pemkab Malinau mengundang para pakar ini untuk menyaksikan Malinau sekaligus juga mengamatinya yang pada akhirnya nanti kita akan membangun satu kerjasama mendesain infrastruktur pariwisata daerah. “Ada beberapa hal yang mungkin kita desain nanti,” tegas Bupati Yansen TP.

Hal ini, tegas Yansen TP, tidak lain dalam upaya pemerintah daerah untuk menjadikan bahwa Kabupaten Malinau ini layak menjadi destinasi wisata nasional. Oleh karena itu, kunjungan dari dari para akademisi dari UI ini diharapkan dapat  menjadi perhatian semua pihak. “Walapun hanya sekadar padangan mata, nanti baru terkenang baru nanti akan menatap dengan baik,” kata Bupati di hadapan para akademisi dari UI tersebut.

Bupati menjelaskan, Desa Setulang adalah desa pertama yang ditetapkan Pemkab Malinau sebagai desa wisata dari 3 desa wisata lainnya. Yaitu Desa Alango dan Desa Apau Ping yang keduanya berada di wilayah Kecamatan Bahau Hulu. Sedangkan yang keempat adalah Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang.  Masing-masing desa ini memiliki karakter budaya tersendiri. Walaupun desa, tetapi mereka ini mampu mempresentasikan budaya dari semua aspek.

Karena, biasanya desa itu hanya menampilkan dari satu aspek atau satu tampilan saja. Tapi ini dari seluruh aspek kehidupan masyarakat bisa dieksploitasi untuk menjadi suatu tampilan budaya yang menarik di desa wisata ini. Mulai dari seni tari, seni suara, seni ukir termasuk budaya local seperti makanan dan lainnya juga bisa ditampilkan. “Dan yang paling utama, Desa Setulang ini punya kearifan lokal yang berstandar internasional. Karena mereka ini mendapatkan penghargaan kalpataru tahun 2003 silam dengan muatan kawasan hutan adat Tane Ulen seluas 4 ribu hektare yang masih virgin dan ada satu pohon, termasuk salah satu kelompok kayu terbesar di dunia,”  beber Yansen TP.

Menurut Yansen TP, desa-desa yang ditetapkan sebagai desa wisata ini punya potensi yang sangat luar biasa tetapi desainnya masih harus dipolakan untuk menjadi satu kesatuan dari budaya modern, nasional atau nusantara. Sehingga pemerintah bisa mengangkat lebih tinggi lagi kualitas desa-desa wisata ini dan tampilan budayanya. Karena di Setulang ini meski masyarakatnya merupakan suku Kenya, tapi sub sukunya Uma Lung dan punya karakter tersendiri.

Karena setiap sub-sub suku di Suku Dayak Kenya ini punya budaya berbeda-beda dan banyak sekali subnya. “Hal ini menjadi sangat luar biasanya kayanya, kalau kita ramu menjadi satu tampilan, pasti menarik. Karena dalam data nasional, ada sekitar 700 suku bangsa di Indonesia ini. Kalau diinventarisir ke lapangan, pasti akan lebih banyak lagi,” tegas Yansen TP.

Oleh karena itu, budaya dan sub suku yang ada di masyarakat dayak di kabupaten Malinau ini jika dikelola dengan baik, maka akan sangat luar biasa. Sesuai dengan rencana daerah, hal ini juga akan menjadi destinasi khusus di Indonesia. “Kalau selama ini yang kita tahu di Indonesia ini adalah pantai dan lautnya, maka di Malinau ini kita tonjolkan hutan yang masih virgin dan budayanya. Ini keunggulan Malinau,” tukasnya.  (ida/fly/Radar Tarakan)

Baca Juga

Berita Utama Index

Fokuskan Perjalanan Ibadah Pada Iman Kita

Fokuskan Perjalanan Ibadah Pada Iman Kita

Kamis, 19 April 2018

Malinau-, Bupati Malinau DR. Yansen TP, M.Si memberikan arahan kepada Tim perjalanan ibadah ke Yerusalem di Ruang Intulun, Selasa (17/4).Dalam arahannya bupati Yansen menggaris bawahi bahwa perjalanan ibadah ke Yerusalem ini adalah sebagai salah satu

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya
[WIDGET KOMINFO] 20 Apr 2018 13:22 - ARTIKEL GPR - Program PTSL Pastikan Penyelesaian Sertifikasi Lahan Akan Sesuai Target | 18 Apr 2018 17:16 - ARTIKEL GPR - Pemerintah Revisi Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018 | 11 Apr 2018 17:54 - ARTIKEL GPR - Membidik Prestasi Melalui Partisipasi | 11 Apr 2018 14:00 - ARTIKEL GPR - Industri Patin Indonesia Rebut Pasar Global | 05 Apr 2018 11:20 - ARTIKEL GPR - Strategi Baru Pemerintah Datangkan 17 Juta Wisman dan 275 Juta Wisnus di Tahun 2018