img
img

Pertanian

Selasa, 23 Agustus 2016 | Oleh: humas07

Tak Pernah ke Lapangan, PPL Siap-siap Dipecat

Tak Pernah ke Lapangan, PPL Siap-siap Dipecat

MALINAU-Mulai saat ini, para petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) kontrak Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan  harus rajin bekerja. Dalam artian harus sering-sering turun ke lokasi pertanian para petani sesuai tugas pokok dan fungsinya. Sebab, Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan sudah memberikan keleluasaan kepada para petani dan bahkan kepada aparat desa agar segera melaporkan ke dinas jika ada PPL yang tidak pernah datang ke lokasi sawah atau ke lahan petani atau memberikan penyuluhan kepada anggota kelompok tani.

Kepala Dinas  Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Malinau Giram Barshobedie BSc, SE, MAP meminta kepada seluruh petani atau kelompok tani untuk mencatat nama petugas penyuluh lapangan (PPL) yang tidak pernah datang ke lokasi pertanian para petani dan melaporkan langsung kepada Dinas Pertanian. Jika PPL yang ditugaskan di lokasi desa itu adalah pegawai, akan diberikan sanksi dari dinas. “Tetapi kalau itu PPL tenaga kontrak, bisa langsung dipecat,” tegas Giram Barsobedie dalam acara sosialisasi program beras daerah (Rasda) di di aula kantor Kecamatan Malinau Barat, Jumat (19/8) pekan kemarin.

Namun sebaliknya, tegas Giram, jika para petani padi ini membutuhkan pelatihan-pelatihan dan penyuluhan dalam upaya peningkatan kapasitas dan produktifitas pertanian maka dipersilakan menghubungi PPL yang ditugaskan di desa itu. Karena petugas PPL itu memang sudah memiliki tugas dan fungsinya untuk membantu petani di lapangan. “Tetapi jangan pula, minta penyuluhan dan pelatihan tetapi petaninya sedikit yang ada di tempat saat tim memberikan materi ini datang ke lokasi, padahal yang minta ini gabungan dari kelompok tani,” ungkap Giram Barshobedie.

“Tapi, petaninya lapor sama KT 1 (bupati) kalau tidak pernah dikunjungi. Sekali dikunjungi, ternyata tidak ada juga padinya,” imbuh Hiram Barshobedie lagi.

Oleh karena itu, Giram Barshobedie meminta kepada para petani agar selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian atau langsung dengan petugas PPL di lapangan terkait dengan hal-hal yang menyangkut masalah pertanian. Terkait kondisi lahan yang tidak ada lahan sawahnya, Giram Barshobedie meminta kepada warga untuk mencari lokasi lahan datar yang memiliki sumber air baku untuk memudahkan dalam proses pengairan jika diolah menjadi lahan sawah. “Kalau  ini saya tidak bisa jawab. Tergantung usahanya masyarakat sendiri lah,” tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan permintaan cetak sawah di Desa Taras Kecamatan Malinau Barat, dalam sosialisasi program Rasda tersebut Giram menjelaskan bahwa untuk cetak sawah ini tidak boleh dilaksanakan jika masih ada persoalan tentang status lahannya. Apalagi pencetakan sawah itu dengan menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), karena lahan berada di KBK. “Kalau sudah digarap lahannya secara pribadi karena memang sudah bertahun-tahun, ya silakan saja digarap,” ungkap Giram Barshobedie mengahkiri penjelasannya. (ida/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Kades Harus Senyum Dan Semangat !

Kades Harus Senyum Dan Semangat !

Rabu, 21 Februari 2018

Malinau-Aparat Pemerintahan Desa merupakan perwakilan pemerintah daerah guna untuk menjembatani dan memperpendek rentang kendali pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah termasuk dalam pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya