img
img

Kerajinan dan Produk Unggulan

Senin, 25 Juli 2016 | Oleh: HMS04

14 Usahawan Wanita Sabah Kunjungi Malinau

14 Usahawan Wanita Sabah Kunjungi Malinau

MALINAU-Sebanyak 14 orang dari jawatan usahawan wanita asal Negara Bagian Sabah, Malaysia berkunjung ke Kabupaten Malinau melalui jalur sungai di Mansalong dan tiba di Malinau pada 22 Juli, Jumat sore pecan kemarin. Mereka ini merupakan kelompok usahawan wanita yang ingin melihat langsung potensi usaha-usaha yang bisa dikembangkan dari kedua Negara yagn berbatasan langsung ini.

Timbalan Pengarah Hal Ihwal Wanita Sabah Puan Myrna Jeminez menegaskan  setelah diberlakukannya program Sosial Ekonomi Malaysia -Indonesia (Sosek Malindo) yang dulu di berada di Provinsi Kaltim, apabila Kaltara menjadi provinsi sendiri maka ada dua pintu jalur persepadanan yang bisa dilalui untuk menjalin kominukasi antara Sabah dan Provinsi Kaltara. Khususnya dalam upaya menjadi hubungan perdagangan dengan kedua wilayah yaitu  melalui Lumbis dan Tarakan. “Tujuan kita datang ini, untuk meninjau potensi urus niaga di antara Malinau dan Sabah yang fokus untuk wanita saja sebenarnya,” jelas Puam Myrna Jeminez dalam wawancaranya disela kegiatan kunjungan pencetak batik di Mentarang, Sabtu, 23 Juli 2016.

 Artinya, sebut Puan Myrna Jeminez, melibat seberapa besar potensi yang bisa berpeluang untuk menjalin kerjasama bidang perdagangan ini bisa berjalan dengan baik. “Apakah boleh wanita di Malinau ini boleh bekerjasama dengan usahawan wanita sabah dari aspek perdagangan,” imbuh Puan Myrna Jeminez.

Puan Myrna Juminez juga berterima kasih kepada program Sosek Malindo yang telah berjalan selama ini. Sebab, tanda adanya perjanjanjian kerjasama Sosek Malindo itu maka para usahawan wanita Sabah termasuk Puan Myrna Jeminez sendiri mengaku tidak akan pernah tahu kabupaten Malinau ini berada di Malinau dan bahkan tidak akan berkunjung ke kabupaten Konservasi ini. “Semua dari kami ini tidak ada yang tahu Malinau itu dimana? Kalau pintu pertama itu melalui Tarakan kita sudah pigi (pergi), kita sudah ada urus niaga dengan kalangan wanita sabah dengan Tarakan,” tuturnya.

Oleh karena itu, para usahawan wanita sabah, Malaysia berharap dalam kunjungan di Kabupaten Malinau akan ada hasil yang nyata dan fokus pada tujuan awalnya. Meskipun dari tata cara berdagang atau berniaga juga berbeda, namun tedapat beberapa kesamaan dari bahan. Hanya kemasan dan nama saja yang berbeda. “Seperti makanan misalnya, kalau di Sabah kita bilang bubur ubi. Tapi disini disebut kolak singkong dan rasanya juga berbeda,” terangnya.

Namun demikian, Puan Myrna Jeminez mengaku sudah mengantongi potensi apa saja yang bisa dibangun menjadi peluang kerjasama bidang perniagaan antara kedua daerah yang berbetasan langsung di dua Negara ini. Namun dirinya tidak mau langsung menyebutkan apa saja peluang dan gambaran dari hasil pertemuan dan dari kunjungan langsung beberapa usaha kecil di Malinau. “Ada potensi urus niaga bersama, cumannya terlalu awal untuk saya bagitahu persetujuan dari segi perdagangan,” ungkapnya dengan bahasa melayu.

Tapi, Puan Myrna Jeminez   menyakini sudah ada unsur-unsur ingin mewujudkan  kerjasama perdagangan bagi usahawan Wanita antara Sabah dengan Malinau ke depan. Sebab, banyak sumber potensi yang bisa dikembangkan di Sabah, karena kurang sumber atau bahannya di wilayah Sabah. Itu pun juga sangat bergantung pada urusan perniagaan yang dilakukan oleh usahawan wanita antara Malinau dan Sabah untuk mengambil peluang ada tersebut baik yang dari Malinau maupun dari Sabah, Malaysia. “Kalau mereka bersetuju untuk satu-satu usaha niaga menjadi hubungan bisnis yang berjalan dengan baik, itu yang kami harapkan sebenarnya,” tegasnya.

Puan Myrna Jeminez juga berpesan kepada para wanita agar mengambil peluang usaha yang ada di bidang apa saja selagi ada dan mampu menjalankan usaha itu. Karena peluang usaha itu tidak akan terlihat jika tidak segera dibangun dan dijalankan secara nyata untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih ke depan. “Kalau mereka (wanita Malinau dan Wanita Sabah) ini bersama membangun bisnis ini berlaku, itu yang kita mahukan. Karena potensi ada di dua tempat, kita bisa bangunkan. Tapi tergantung kepada wanita-wanita yang kita sama ada dari sini (Malinau) untuk berhubungan secara kehadapan (menjalin komunikasi bisnis ke depan),” pungkasnya.(ida)

Baca Juga

Berita Utama Index

Tingkatkan Harmonisasi, Pererat Tali Silaturahmi

Tingkatkan Harmonisasi, Pererat Tali Silaturahmi

Rabu, 28 Juni 2017

PROKAL.CO, MALINAU-Bupati Dr Yansen TP MSi mengaku bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa umat muslim di Kabupaten Malinau dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan perjalanan ibadah puasa tahun ini berjalan dengan tertib dan lancar.  Hal ini

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya