img
img

Info Kaltara

Rabu, 13 Juli 2016 | Oleh: HMS04

Alokasi Dana Desa 2016 Di Kaltara Rp 219,09 Miliar

Alokasi Dana Desa 2016 Di Kaltara Rp 219,09 Miliar Kepala BPMPPKBPD Provinsi Kaltara, Wahyuni Nuzband

TANJUNG SELOR-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambire melalui Kepala Badan Pemberdayaan masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Pemerintahan Desa (BPMPPKBPD) ProvinsI Kaltara Wahyuni Nuzband mengungkapkan, alokasi anggaran dana desa yang bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja  Negara (APBN) Tahun 2016 untuk provinsi Kaltara sebesar Rp 291,09 miliar.

“Dana tersebut diperuntukkan bagi 447 desa yang tersebar di 4 kabupaten di provinsi Kaltara,” katanya saat ditemui dikantornya, Selasa (12/7).

Alokasi anggaran dana desa provinsi Kaltara tahun 2016,lebih besar daripada alokasi tahun 2015 sebesar Rp 129,88 miliar yang diperuntukkan bagi  447 desa tersebar di 4 kabupaten. Dana tersebut tersalurkan dengan rincian untuk tahap pertama  40 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 20 persen.

Sedangkan penyaluran tahun 2016 tahap pertama sebesar 60 persen untuk 3 kabupaten sampai dengan Juni 2016 yakni kabupaten Bulungan, kabupaten  Malinau dan kabupaten Nunukan.

Sementara kabupaten yang belum menerima penyaluran dana desa dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sampai saat ini adalah kabupaten Tana Tidung, dikarenakan ada persyaratan yang belum terpenuhi yakni belum tebritnya Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2016.

“Kita mengharapkan kepada Pemkab agar dapat memperhatikan hal tersebut, sehingga penyaluran dana desa tidak tertunda dan tepat waktu,” kata Wahyuni.

Menurut Wahyuni terkait alokasi dana desa, hendaknya perlu dikelola dengan baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga ketika memperoleh anggaran yang lebih besar sudah terbiasa dan mudah dipertanggung jawabkan.

“Untuk itu, nantinya kami akan mengadakan sosialisasi dan pelatihan bagi aparatur desa. Sosialisasi dan pelatihan dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait dengan pengelolaan dana desa, sehingga cita-cita mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” katanya.

Dana desa yang bersumber dari APBN, kata wahyuni merupakan realisasi dari Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN dan revisinya, dalam mengefektifkan program yang berbasis desa.

Melalui UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa kini memiliki posisi yang sangat penting , tidak hanya menjadi fokus pembangunan tetapi juga saebagai perancang pembangunan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.

“Saat ini desa tidak lagi menjadi objek sasaran pembangunan, tetapi menjadi subjek yang berperan aktif sebagai penggerak pembangunan. Karena seperti yang kita lihat saat ini, jumlah penduduk kaltara banyak berdomisili di desa. Dan harus menjadi filter untuk menyaring setiap program atau kegiatan yang bermanfaat, sesuai potensi dan prioritas pembangunan daerah,” ujarnya. (humprovkaltara)

http://kaltaraprov.go.id/newsview/1183/alokasi.dana.desa.2016.di.kaltara.rp.291.09.miliar.html

 

Baca Juga

Berita Utama Index

Bupati Pimpin Apel Gabungan Korpri

Bupati Pimpin Apel Gabungan Korpri

Selasa, 17 Juli 2018

Malinau – Selasa (17/7) Pemerintah Kabupaten Malinau melaksanakan apel gabungan korpri yang berlangsung di halaman kantor bupati malinau bertindak selaku Pembina apel Bupati malinau Dr. Yansen TP, M.Si dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN)

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya
[WIDGET KOMINFO] 15 Aug 2018 17:44 - ARTIKEL GPR - Jamin Kualitas Daging Kurban, Pemerintah Terapkan Standar ASUH | 14 Aug 2018 16:40 - ARTIKEL GPR - Kado Jelang Kemerdekaan untuk Puldama | 14 Aug 2018 13:49 - ARTIKEL GPR - Realisasi Investasi Triwulan II 2018 Naik 3,1 % | 13 Aug 2018 14:28 - ARTIKEL GPR - Strategi Pemajuan Kebudayaan Jadi Modal Pembangunan Nasional | 01 Aug 2018 12:10 - ARTIKEL GPR - Imunisasi MR Lindungi Anak Indonesia dari Kecacatan