img
img

Kerajinan dan Produk Unggulan

Selasa, 28 Juni 2016 | Oleh: Humas07

Potensi Daerah Perlu Digerakkan Melalui Kreativitas

Potensi Daerah Perlu Digerakkan Melalui Kreativitas PRODUK LOKAL : Salah satu produk lokal Malinau yaitu tas anyaman rotan dari Desa Long Sule, Kayan Hilir. (AGUSSALAM SANIP / RADAR TARAKAN)

MALINAU-Kondisi daerah dengan potensi khas pedesaan telah menjadi titik perhatian Pemerintah Kabupaten Malinau. Salah satunya di bidang perekonomian desa. Bupati Malinau Dr Yansen TP,MSi dalam sebuah Rapat Kerja Daerah belum lama ini menyampaikan arahannya kepada para lintas sektor dan desa-desa terkait perekonomian desa lantaran tidak terlepas dari salah satu pilar Gerakan Desa Membangun (Gerdema) yang diusung Bupati. "Mari kita dorong produk daerah. Kalau bisa ke depan kita harus satu desa satu produk,"ujar Yansen TP.

Untuk mengorbitkan produk-produk daerah, kuncinya kata dia, masyarakat lokal utamanya, terlebih dahulu harus bangga menggunakannya. Sementara itu kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Malinau M Maksum melalui Kabid Koperasi Johan S menegaskan, sangat mendukung adanya gebrakan pemerintah untuk menggunakan produk-produk lokal. Termasuk di Kabupaten Malinau.

Namun tegasnya, produk desa yang dimaksud bukan sebatas hasil industri kerajinan. Tetapi bisa berupa produk lain seperti pertanian dan  perikanan. Sesuai dengan potensi yang dimiliki setiap desa di wilayah Malinau. "Soal potensi di setiap desa kita tinggal melihat kompetisinya. Tidak dipaksa  apa yang kita mau," ujarnya di sela-sela meninjau pelatihan pengolahan produk pertanian di BPU Malinau Kota pekan lalu.

Produk apa pun yang dilahirkan oleh desa jelasnya, semua sama perlunya untuk diarahkan. Sekarang  ini Malinau sudah memiliki UKM perajin batik, tas dan industri furniture rotan. Ketiganya masih diproduksi oleh beberapa desa. Di sejumlah desa lain, ada juga kerajinan berskala rumah tangga semisal souvenir manik. "Kalau produk kerajinan memang belum merata di semua desa. Tapi paling tidak mereka bisa menunjukkan," ujarnya. Bibit-bibit produk milik masyarakat Malinau tersebut ke depan diharapkan bisa menyumbang ikon produk lokalan Malinau.

"Kerajinan itu kan dibuat secara berkelompok. Kami ingin bina terus. Kalau sudah saatnya, maunya di Malinau juga memiliki sentra oleh-oleh khas,"harapnya.  Untuk itu dibeberkannya, masyarakat bisa sejalan untuk mendorong produk lokal. Seruan pemerintah diikuti dengan adanya gerakan peningkatan kreativitas masyarakat.  "Karena potensi berupa bahan bakunya sudah ada. Kami bina maka harus kreatif," serunya. (*/umy/fly)

Baca Juga

Berita Utama Index

Asisten III Lakukan Sidak Di Kecamatan

Asisten III Lakukan Sidak Di Kecamatan

Rabu, 26 April 2017

Malinau-Upaya penegakan disiplin di Kecamatan digalakkan. Asisten III Bidang Administrasi Umum Drs.H.Edy Marwan, M.Si didampingi oleh Iwan Darma Yuana, S.Sos,M.Si Kepala Bagian Tata Pemerintahan turun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Kecamatan

Berita Foto Index

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya