img
img

Info Nasional

Sabtu, 11 Juni 2016 | Oleh: HMS04

Butuh Komitmen Semua Produsen Turunkan Harga Pokok

Butuh Komitmen Semua Produsen Turunkan Harga Pokok

Jakarta,InfoPublik - Semua produsen besar harus  membangun komitmen untuk berpartisipasi menurunkan harga bahan pokok, antara lain melalui bazar pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sektor pangan penuh dengan anomali. Ini didasarkan pada fakta empiris di lapangan bahwa pasokan minyak goreng, bawang merah, cabai, daging ayam dan pangan lainnya cukup melimpah dan stok cukup, tetapi di tengah kondisi ini harga tetap naik. “Fenomena ini, jelas hukum ekonomi supply-demand untuk Indonesia tidak berlaku,” jelas Mentan, Rabu (8/6). 

Mentan menjelaskan solusi jangka pendek yang dilakukan untuk mengurai fenomena tersebut, yakni, pertama, membangun komitmen produsen terbesar minyak goreng, gula pasir, daging sapi, daging ayam, untuk berpartisipasi menurunkan harga, menggelar bazar pangan, dan lainnya.

Kedua, perlu melakukan pemetakan sentra produksi yang siap panen Juni-Juli 2016, produk petani dibeli dan langsung dikirim ke konsumen, melibatkan  Bulog, Toko Tani Indonesia, Koperasi Pasar, Puskop TNI dan Polri, Gapoktan.

“Ketiga, perlu melakukan pengendalian harga di tingkat konsumen melalui bazar pangan murah secara besar besaran,” ujar Amran,

Ia menambahkan untuk solusi jangka menengah dan panjang tentunya dengan memperpendek rantai pasok dan membentuk struktur pasar baru sehingga petani menikmati profit. “Dengan demikian pedagang memperoleh normal profit dan konsumen tersenyum,” tuturnya.

Direktur Kajian Pangan dan Ekonomi Kerakyatan, Nawacita Watch, Tenri Ajeng mengapresiasi capaian produksi pangan pokok yang saat tersedia dari produksi dalam negeri. Namun menurutnya, produksi yang tersedia ini diperlukan kerjasama atau sinergitas antar lembaga untuk mengamankan produksi dan sampai ke konsumen tanpa ada anomali harga. 

"Sebab, permasalahan besar pangan yakni pada aspek pendistribusian dari petani ke konsumen. Di sisi produksi pemerintah sudah sukses, namun pada konsumen yang belum dikerjakan," ujarnya

Ia menjelaskan, ini dapat dilakukan dengan membentuk mata rantai produksi-sirkulasi-konsumsi. Di sini yang menjadi kelemahan pemerintah selama ini, ketika produksi melimpah tidak dibarengi sirkulasi atau pendistribusian yang lancar dan pendek ke konsumen, sehingga menyebabkan harga melonjak padahal stok dalam negeri tersedia.

“Akhinya lagi-lagi pemerintah melalui Bulog langsung mengambil jalan pintas impor untuk memadamkan harga dengan alasan berpihak pada konsumen padahal di satu sisi mencekik petani,” ungkapnya.

 

http://infopublik.id/read/159815/butuh-komitmen-semua-produsen-turunkan-harga-bahan-pokok.html

Baca Juga

Berita Utama Index

Jangan Sederhanakan Apel

Jangan Sederhanakan Apel

Senin, 17 Juni 2019

Malinau – Kalimat diatas diucapkan oleh Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dihadapan para peserta apel gabungan Korpri di halaman kantor Bupati Malinau, Senin pagi (17/6). “Apel itu adalah citra ASN jangan sederhanakan apel-apel yang kita

Berita Foto Index

Selamat Idul Ftri

Selamat Idul Ftri

Selasa, 04 Juni 2019

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya
[WIDGET KOMINFO] 14 Jun 2019 13:57 - ARTIKEL GPR - Tiga Jalur PPDB 2019: Zonasi, Prestasi, Perpindahan Orang Tua | 30 May 2019 14:00 - ARTIKEL GPR - Lansia Mandiri Sejahtera | 29 May 2019 10:24 - ARTIKEL GPR - SLO di Genggaman, Rumah Aman dan Hati Tenang | 28 May 2019 13:02 - ARTIKEL GPR - Mudik Tanpa Plastik | 28 May 2019 10:00 - ARTIKEL GPR - Instansi Pemerintah dan Stakeholder Terkait Siap Layani Angkutan Lebaran 2019