img
img

Pertanian

Senin, 09 Mei 2016 | Oleh: hms07

Anjurkan Sistem Jajar Legowo

Anjurkan Sistem Jajar Legowo Ilustrasi : hasil penanaman padi dengan sistem jajar legowo

Malinau – Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Malinau ingin mencoba menerapkan cara bertanam padi dengan sistem jajar legowo. Dikatakan Kepala Dispertanak Malinau Giram Baarshobedie, sistem jajar legowo terbukti dapat meningkatkan produksi padi.

Beberapa petani di Malinau juga sudah ada yang menerapkan, dan hasilnya memang lebih tinggi dibanding cara tanam yang kurang beraturan. “Karena dengan sistem jajar legowo rumpun padi itu  bisa lebih banyak. Pencahayaan oleh sinar matahari juga lebih bagus,” ujar Giram di kantornya pekan lalu.

Saat ini, sistem jajar legowo juga sedang digencarkan oleh Kementerian Pertanian di sejumlah Provinsi di Indonesia. Malinau pun ingin menirunya dengan terus memberi pembinaan kepada para petani. Di samping itu kata Giram, sistem ini juga bisa memudahkan petani untuk melakukan perawatan tanaman. “Jadinya padi tidak gampang terinjak-injak. Coba bayangkan kalau padi ditancap sana-sini, di mana tempat orang lewat. Kalau rapi begitu kan gampang,” bebernya.

Namun diakuinya, untuk menuju konsep bertani sehat seperti ini memang masih banyak tantangannya. Terutama mengarahkan pemahaman petani.

Sebab, diakuinya masih banyak paradigma lama yang tradisional kini masih tetap dipegang para petani. Misalnya menanam menggunakan cupit. Cara ini dinilai kurang tepat, karena bisa menyebabkan akar tanaman patah. Begitupun cara penyemaian bibit. Menurut Dispertanak, cara menyemai bibit yang benar adalah dengan ditabur bukan ditugal (bulir padi dimasukkan dalam satu lubang). “Ini juga yang mau kami ubah supaya lebih efisien. Sebenarnya bibit satu kaleng (isi sekitar 20 kg) itu bisa jadi banyak kalau disemai. Kalau ditugal seperti itu kan tumbuhnya dangat rapat dan boros bibit,” ujarnya.

Cara-cara pembinaan seperti ini kata Giram, akan terus disuarakan di Malinau. Termasuk mendorong Tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar aktif berkomunikasi. Sebab, Pemkab Malinau tengah bertekad dengan komitmen Beras Daerah (Rasda) sebagai program unggulan.

“Rasda ini sebagai jawaban. Kita bantu mengatasi warga kurang mampu dengan rasda. Sekaligus kita menyejahterakan petani,” ucapnya. (Radar Tarakan)

Baca Juga

Berita Utama Index

Kades Harus Senyum Dan Semangat !

Kades Harus Senyum Dan Semangat !

Rabu, 21 Februari 2018

Malinau-Aparat Pemerintahan Desa merupakan perwakilan pemerintah daerah guna untuk menjembatani dan memperpendek rentang kendali pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah termasuk dalam pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya