img
img

Kerajinan dan Produk Unggulan

Rabu, 13 April 2016 | Oleh: hms07

Lestarikan Budaya, Pondok dan Kuliner Dilombakan

Lestarikan Budaya, Pondok dan Kuliner Dilombakan Bupati Malinau bersama Ketua DPRD menikmati salah satu menu makanan tradisional yang yang tersaji pada acara Muscab DPC PDL Kabupaten Malinau

Malinau- Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL) Kabupaten Malinau yang dilaksanakan pada tanggal 8 – 11 April 2016 lalu, di Long Berang tidak hanya memilih pengurus cabang, namun berbagai kegiatan kesenian juga digelar.

Selain itu, yang menarik adanya lomba menu masakan tradisional. Kriteria penilaian antara lain rasa, cara penyajian, dan pondok tempat penyajian makanan.

Ketua Panitia Pelaksana Muscab DPC PDL Kabupaten Malinau Frent Tomy Lukas S.Hut mengatakan awalnya pondok-pondok hanyalah untuk tempat makan para tamu undangan, namun muncul ide bagaimana kalau pondok-pondok yang terbuat dari kayu, bambu dan beratap dedaunan dinilai beserta menu-menu makanan yang disajikan oleh masyarakat masing-masing desa.

“Menu-menu yang disediakan di pondok-pondok ini sesuai ciri khas masing-masing desa,” ujar Frent Tomy Lukas S.Hut di sela acara penutupan Muscab, Minggu (10/4) malam.

Menu-menu yang tampak disajikan yaitu berbagai macam olahan masakan daging, ikan, sayur, buah-buahan, nasi dll, baik berkuah maupun kering. Seperti berbagai macam jenis Luba’, ada Luba’ Giabi, Luba’ Mata Rinaqas, kemudian Telu Kiriniki, Fagau Kenikir, Biter Kireng Sadai, Biter Ubud Langgang, Biter Busak Sale, Don Dikayau, Kikid Kusau, Ubud Langgang, Narar Baka, Kikid Girig, Kikid Keduang, Lemak Baka, Narar Iseb, Ufa Linamet dan berbagai macam menu lainnya.

“Melihat banyaknya menu makanan tradisional ini, makanya kita lombakan, seperti kita lihat munculah menu-menu tradisional yang ditampilkan oleh masing-masing desa,” ungkap Tomy.

Tampilan pondok-pondok dan menu makanan tradisional ini menurut Tomy, merupakan kreativitas murni dari masyarakat desa-desa di Mentarang Hulu, yaitu desa Long Berang, Long Mekatif, Long Simau, Long Gafit, Long Sulit, Long Semamu, Long Kebinu dan Long Pala.

“ Ini dari kreativitas mereka, kreativitas dan budaya yang ada di masing-masing desa,” tuturnya.

Ditegaskan, dengan cara ini, tujuannya adalah menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong-royong yang merupakan tradisi orang Indonesia yang sudah mulai memudar dan juga melestarikan makanan-makanan tradisional yang bisa dijadikan wisata kuliner di Malinau.

“ Yang paling utama itu adalah kebersamaan gotong royong mereka. Ini partisipasi masyarakat semua, mereka bergotong royong  untuk menyajikan menu-menu itu,” tuntasnya.

Lomba menu makanan tradisional dan tampilan pondok-pondok ini sangat diapresiasi Bupati Malinau Dr. Yansen TP Msi yang berharap masyarakat melestarikannya.

Bupati beserta isteri berkesempatan berkeliling mencicipi dan menilai menu-menu masakan tradisional di setiap pondok-pondok milik desa-desa yang sudah dibangun di lapangan bola Desa Long Berang. (Radar Tarakan/hms07)

Baca Juga

Berita Utama Index

PEMBUKAAN REKONSILIASI DAN BIMTEK AKUNTASI DILINGKUNGAN PEMKAB MALINAU TAHUN 2018

PEMBUKAAN REKONSILIASI DAN BIMTEK AKUNTASI DILINGKUNGAN PEMKAB MALINAU TAHUN 2018

Selasa, 04 Desember 2018

Malinau - 3 Desember 2018 Sekretaris Daerah Malinau Drs,Hendris Damus M.Si membuka Rekonsiliasi belanja dan kas per nopember serta bimtek akuntansi ( SIMDA ) terkait penyusunan LKPD bagi seluruh OPD dilingkungan pemerintah Kabupaten Malinau tahun 2018.

Berita Foto Index

Pesta Budaya 2018

Pesta Budaya 2018

Minggu, 23 September 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya