img
img

Info Kaltara

Rabu, 06 April 2016 | Oleh: HMS04

Gerdema Malinau Bikin Gubernur Salut

Gerdema Malinau Bikin Gubernur Salut

TANJUNG SELOR –Yansen TP dan Topan Amrullah resmi menjabat sebagai bupati dan wakil bupati Malinau untuk kedua kalinya. Keduanya dilantik Gubernur Kaltara Irianto Lambrie di Gedung Wanita Bulungan, Tanjung Selor, Senin (4/4).

Irianto Lambrie menilai pembangunan Malinau selama lima tahun di bawah kepemimpinan Yansen TP-Topan Amrullah di periode sebelumnya mengalami banyak kemajuan baik pembangunan fisik maupun nonfisik.

“Ada terobosan yang dilakukan dan bisa jadi best practices secara nasional. Melalui Gerdema mengembangkan pertanggungjawaban keuangan desa secara online dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ujar Irianto yang ditemui Bulungan Post, usai melantik bupati dan wakil bupati Malinau.

Dengan memberlakukan secara online, sehingga daerah yang terpencil dapat mempertanggungjawabkan keuangan secara tepat waktu dan benar. Menurutnya, penerapan secara online belum dilakukan di kabupaten lain di Indonesia. Baru Kabupaten Malinau yang melaksanakan hal itu.

“Rencananya, kabupaten dan kota lainnya bisa menerapkan hal serupa. Diharapkan bisa belajar dengan Malinau,” sarannya.

Selain itu, Malinau untuk pengelolaan pelayanan kesehatan dalam hal ini rumah sakit daerah dinilai cukup bagus. Meskipun rumah sakit sederhana tapi pengelolaan dan pelayanan sangat baik. Tentu hal ini pun bisa dicontoh bagi kabupaten/kota yang ada di Kaltara. Banyak pembangunan yang telah dilaksanakan pada periode pertama Yansen TP-Topan Amrullah. Dengan mengedepankan Gerakan Desa Membangun (Gerdema) segala aspek pun telah dilakukan, salah satunya pariwisata.

Bupati Malinau Yansen TP mengatakan, membangun pariwisata setidaknya memahami karakteristik daerah. Artinya potensi yang mendasar memiliki nilai daya tarik. Malinau, menurut Yansen, merupakan bagian dari Kaltara yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Potensi Malinau salah satunya hutan yang luasnya 1,7 juta hektare. Berangkat dari itulah agar menata potensi Malinau, seperti hutan, budaya, lingkungan dan pertanian berbasis wisata,” jelasnya. Tinggal Kaltara perlu mendesain wilayah yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi satu kesatuan, dengan destinasi kawasan.

Upaya mempromosikan potensi yang ada, kata Yansen, Malinau sudah ada pendukung infrastruktur, kuliner dan sebagainya. Bila hal lain sudah lengkap, maka promosi terkait potensi yang ada bisa dilakukan secara meluas.

“Sejauh ini dalam satu periode lalu masa jabatan saya, potensi yang telah dikembangkan berupa wisata alam dan budaya. Bahkan dari sisi kunjungan telah diketahui warga mancanegara seperti dari Eropa, Inggris dan Amerika pernah berkunjung ke Malinau,” tukasnya.

Jadikan Kaltara sebagai destinasi kawasan yang dapat menarik warga mancanegara. Karena banyak terdapat destinasi wisata yang tersedia di kabupaten/kota. Lanjut Yansen, Gerdema lebih cepat membangun dari program pemerintah, terutama untuk desa pinggiran. Dalam artian, konsentrasi pembangunan ada di desa, niscaya bila pembanguan berhasil dan baik tentu bisa menata masyarakat. Pembangunan pun perlu dilakukan di tiap rukun tetangga (RT). Namun pembangunan perlu ada pendukung, kewenangan dan kebutuhan dana bagi RT.

“Kita menyiapkan satu RT dengan dana Rp 260 juta. Apa pun dana yang masuk ke Malinau untuk rakyat, artinya rakyat ada di RT terlibat dalam membangun,” ujarnya. Dana tiap RT tersebut, tentu paling tidak disiapkan Rp 100 miliar dari jumlah 397 RT yang ada di Malinau.

Dana diperuntukkan bagi RT untuk merubah pembangunan yang ada di lingkungan tersebut, bisa dari aspek pendidikan, lingkungan, pemerintah dan dan kesehatan. Yansen mengakui program itu baru akan dimulai tahun ini. Program yang sudah berjalan mengenai pertanggungjawaban keuangan desa secara online.

Terkait pelayanan kesehatan di Malinau mendapat apresiasi Gubernur Kaltara. Yansen menilai tugasnya dengan menyediakan fasilitas bagi masyarakat. “Kita berupaya memberikan pelayanan harus standar minimal dan memuaskan rakyat. Kita pun memberikan fasilitas dan insentif bagi tenaga kesehatan yang ada,” imbuhnya.

Insentif yang diberikan tentu berbeda dengan kabupaten/kota lainnya. Pelayanan kesehatan berupa rumah sakit untuk membentuk karakter pelayanan kepada masyarakat. Meskipun dari tenaga kesehatan masih sangat membutuhkan. “Untuk dokter spesialis dan umum sudah terpenuhi. Tapi jumlah yang ada masih belum cukup. Kita memiliki program beasiswa bagi kelas khusus dokter untuk dididik di Surabaya. Ada 30 orang yang kini menimba ilmu di Surabaya dan itu khusus bagi warga Malinau,” tuntasnya. (*/uno/fen)(bulungan.prokal.co)

Baca Juga

Berita Utama Index

Yansen TP: Mutasi Adalah Hal yang Wajar

Yansen TP: Mutasi Adalah Hal yang Wajar

Jum'at, 25 Mei 2018

PROKAL.CO, MALINAU - Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dalam sambutan dan arahannya di acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Adminisitrator, Pejabat Pengawas, Kepala Sekolah, kepala Unit Pelaksana Teknis

Berita Foto Index

Mars Korpri

Mars Korpri

Rabu, 21 Februari 2018

Berita Warga Index

Agenda Tentatif

Selengkapnya